Foto: Lockdown Picu Kelaparan di Guatemala dan El Salvador

Foto: Lockdown Picu Kelaparan di Guatemala dan El Salvador

Foto: Lockdown Picu Kelaparan di Guatemala dan El Salvador

Foto: Lockdown Picu Kelaparan di Guatemala dan El Salvador

Lockdown ketat akibat virus corona di Guatemala dan El Savador hancurkan perekonomian lokal. Ratusan keluarga di negara tersebut mengibarkan bendera putih di luar rumah mereka dan mengibarkannya di jalanan sembari melacak makanan dan bantuan.

Kondisi itu terjadi usai 50 hari dikurung oleh lockdown ketat yang memadamkan mata pencaharian warga. Ana Orellana dan tiga tetangganya menempatkan bendera putih dan sinyal menghendaki makan di rumahnya di ibu kota El Salvador. http://68.183.234.248/sultan99/

Orellana yang merupakan pedagang kaki lima menjelaskan bahwa sejak pemerintah memerintahkan warga diam di rumah, ia kehilangan penghasilan untuk sewa tempat tinggal dan makanan USD 75. Sekarang dia bergiliran bersama dengan tetangganya untuk melacak sisa-sisa makanan di pasar kota.

“Aku mencari-cari wilayah di mana sampah berada,” kata Orellana, diinformasikan Reuters, Jumat (22/5).

“Saya pergi ke pasar Tiendona untuk beroleh barang-barang, sebab kita benar-benar tidak punya tomat atau bawang sekarang, dan kita mengakibatkan sup tomat di sini tanpa minyak, hanya dipanggang setengah matang,” sambungnya.

Selain bendera putih, tersedia sinyal bacaan di atas jendela tiap-tiap rumah ‘kami bukan penerima manfaat’, untuk mengisyaratkan bahwa mereka tak menerima voucher senilai USD 300 dari Presiden Nayib Bukeke kepada 1,5 juta warga miskin.

Menurut laporan Reuters, hal sama terhitung jauh meluas terjadi di kawasan Amerika Tengah dan lebih dari satu Amerika Latin.

Protes kebutuhan makanan udah pecah di negara-negara terhitung Venezuela dan Chili. El Salvador dan Guatemala yang berdekatan, dua negara termiskin di Amerika, udah memberlakukan karantina yang ketat.

Di kota-kota dan desa-desa di ke dua negara, ratusan sinyal udah dikibarkan untuk menghendaki makanan, dan orang-orang turun ke jalan untuk mengibarkan bendera putih berpesan dalam kesulitan.

Bingkisan makanan dari pemerintah nasional dan sumbangan dari para dermawan udah meringankan lebih dari satu dari kekurangan tersebut, tapi jumlahnya benar-benar terbatas.

“Kami cemas perihal virus dan makanan, sebab terkecuali virus tidak membunuh kami, kelaparan bakal (membunuh),” kata Jose Rodriguez (69), seorang pedagang kaki lima yang tinggal di rumah kos San Salvador.