Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh , Ini Penyebabnya

Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh , Ini Penyebabnya

Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh , Ini Penyebabnya

Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh , Ini Penyebabnya

Flatus ialah proses pengasingan gas pencernaan melewati anus. Kondisi yang pun dikenal sebagai kentut ini dirasakan semua orang yang mempunyai pencernaan normal.

Pada umumnya, kita buang gas sebanyakan 12-25 kali dalam sehari. Jika kita mengalami kendala flatus atau Anda justeru terlalu tidak jarang kentut, situasi ini dapat menandakan adanya gangguan kesehatan di pencernaan.

Penyebab flatus

Penyebab flatus ialah penumpukan gas di organ pencernaan. Saat kita makan, tidak melulu makanan atau minuman yang kita telan mengarah ke organ pencernaan, tapi pun gas laksana nitrogen dan oksigen.Di samping gas yang tertelan, gas pada makanan atau minuman pun dapat meningkatkan jumlah gas di pencernaan. Misalnya, ketika Anda mengonsumsi minuman bersoda.

Makanan yang menambah gas di pencernaan

Beberapa jenis makanan bisa menghasilkan gas lebih tidak sedikit dari jenis makanan lain sebab kandungan zat di dalamnya. Jenis zat dan makanan yang dapat mengakibatkan flatus merupakan:

1. Karbohidrat yang susah dicerna

Karbohidrat yang sulit dipahami di usus halus akan dipahami di usus besar, di mana bakteri bakal memecah karbohidrat dan menghasilkan gas. Jenis-jenis karbohidrat yang tidak dicerna, di antaranya gula (fruktosa, rafinasi, dan sorbitol), serat larut dan tidak larut, serta zat pati

2. Makanan tinggi rafinasi

Pencernaan insan tidak memiliki lumayan enzim untuk memecah rafinasi. Oleh sebab itu, saat memahami rafinasi, bakteri di usus bakal memprosesnya dan menghasilkan tidak sedikit gas. Zat ini tidak sedikit ditemukan pada kacang-kacangan, serealia utuh, asparagus, brokoli, dan kubis.

3. Makanan dan minuman tinggi sulfur

Makanan tinggi sulfur dapat mengakibatkan frekuensi flatus atau kentut menjadi lebih tidak jarang dan berbau lebih tajam. Jenis-jenis makanan ini meliputi bawang, kembang kol, dan minuman beralkohol, laksana anggur dan bir.

4. Makanan berisi alkohol gula

Alkohol gula ialah gula produksi yang sering dipakai sebagai pengganti gula nonkalori. Alkohol gula bisa ditemukan pada produk olahan bebas gula.

Kondisi kesehatan yang menambah gas pencernaan

Beberapa gangguan kesehatan yang bisa menyebabkan kelompok gas di pencernaan dan menambah frekuensi flatus merupakan:

1. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa ditandai dengan perut kembung dan tidak jarang buang gas sesudah mengonsumsi makanan yang tercipta dari susu dan turunannya.

2. Penyakit Celiac

Penyakit Celiac ialah gangguan imun tubuh yang bakal bereaksi ketika Anda konsumsi gluten. Gejala penyakit Celiac meliputi perut kembung dan flatus dampak peningkatan jumlah gas dalam pencernaan.

3. Irritable bowel syndrome (IBS)

IBS merupakan gangguan kronis yang memengaruhi faedah usus besar. Kondisi ini dapat mengakibatkan usus kendala mencerna makanan dan menghasilkan gas berlebihan. Gejala dari IBS berupa sakit perut, diare atau sembelit, dan perut bergas.

Bolehkah flatus atau kentut ditahan?

Flatus ialah proses alami tubuh. Meski demikian, melemparkan gas sembarangan dirasakan hal yang tabu dan melanggar etika. Maka tidak mencengangkan jika tidak sedikit yang menyangga buang gas di lokasi umum.

Di sisi lain, menyangga flatus atau kentut dalam masa-masa lama tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan sekian banyak kondisi berikut:

Perut sakit
Pencernaan terasa tidak nyaman
Perut kembung
Gangguan pencernaan
Heartburn.