Fakta Terbaru Pembunuhan Hakim PN Medan, Korban Diperkirakan Meninggal 12-20 Jam Sebelum Diotopsi

Fakta Terbaru Pembunuhan Hakim PN Medan, Korban Diperkirakan Meninggal 12-20 Jam Sebelum Diotopsi

Fakta Terbaru Pembunuhan Hakim PN Medan, Korban Diperkirakan Meninggal 12-20 Jam Sebelum Diotopsi

Fakta Terbaru Pembunuhan Hakim PN Medan, Korban Diperkirakan Meninggal 12-20 Jam Sebelum Diotopsi

Pihak kepolisian masih mendalami tewasnya Humas PN Medan Jamaluddin yang ditemukan di dalam mobil Toyota Prado BK 77 HD miliknya yang menabrak satu pohon sawit di perkebunan sawit Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat dijumpai di depan Aula Tribrata Polda Sumut mengatakan tim dari Ditkrimum dan Polrestabes Medan tengah bekerja untuk mengungkap kasus tewasnya Humas PN Medan Jamaluddin ini.

“Mohon doa restu. Kedatangan pihak komisi III DPR RI juga ke sini untuk mempertanyakan masalah itu. Dan mereka berharap kasus ini segera terungkap,”katanya, Rabu (4/12/2019) seraya menyatakan sudah 22 Saksi yang diperiksa.

Mengenai apakah pelaku pembunuhan merupakan orang suruhan, orang nomor satu di Polda Sumut ini menyatakan belum sampai ke tahap itu.

“Kita kalau menduga orang sebagai pelaku kan tidak boleh gegabah. Kita dalami semua alibi. Kita periksa semua alat bukti yang ada dan mohon doa restu mudah-mudahan segera kita ungkap pelakunya,”terang pria dengan bintang dua dipundaknya ini.

Ia mengaku, menurut hasil pemeriksaan labfor kalau Jamaluddin sudah meninggal sekitar 12 sampai 20 jam sebelum diotopsi.

“Jadi saat diperiksa mayat sudah kaku, sudah mulai lemas kembali dan sudah mulai lembab dan mengarah sudah mulai membusuk atau mengalami pembusukan. Artinya korban sudah meninggal antara 12 sampai 20 jam,”jelas mantan Wakapolda Sumut ini.

“Kita akan runut dari sana, pelan-pelan,”ujarnya saat ditanya berarti sudah mendekati titik terang perihal korban meninggal antara rentan waktu 12 sampai 20 jam.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Bitler Sitanggang menyatakan istri Jamaluddin berada di Nagan Raya, Aceh.

“Belum ada kita amankan. Istrinya masih di Nagan Raya, Aceh,”ujarnya dari sebrang telpon.

Ia mengaku kalau sudah ada pembaharuan pasti akan di WhatsApp.

“Aku perlu juga diberitakan dalam kasus ini,”katanya.

“Istri pertamanya kan sudah cerai. Kita belum ada mengamankan istri keduanya,”katanya.

Sama halnya dengan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto menyatakan belum ada pihak Polrestabes Medan mengamakan istri Jamaluddin.

“Gak ada bang,”jawabnya singkat.

Orang nomor satu di Reskrim Polrestabes Medan ini juga mengatakan belum ada dugaan pelaku merupakan orang suruhan istri almarhum.