Fakta Pohon Pule Si Pengganti Mahoni di Monas

Fakta Pohon Pule Si Pengganti Mahoni di Monas

Fakta Pohon Pule Si Pengganti Mahoni di Monas

Fakta Pohon Pule Si Pengganti Mahoni di Monas

PESIARQQ – Kawasan unsur selatan Monumen Nasional (Monas) ditanami pohon baru jenis Pule atau Pulai. Pohon akan ditaruh di pinggir sisi kiri dan kanan dari Plaza yang direvitalisasi. Pohon ini dipakai sebagai pengganti dari 191 Mahoni yang sudah ditebang sebelumnya.

Di samping pohon Pule, Pemprov DKI pun sudah menempatkan sejumlah pohon lain laksana Jati, Trembesi, dan pohon buah.

Berikut fakta-fakta pohon Pule yang dinamakan Pemprov DKI Jakarta dibanderol dengan harga Rp8,5 juta per pohon.

1. Hayati Asli Indonesia

Peneliti Botani di Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI, Destario Metusala menuliskan pohon dengan nama latin Alstonia scholaris ini mempunyai sebaran alami di China, India, Asia Tenggara, sampai Australia.

“Di Indonesia, spesies ini tumbuh alami di nyaris seluruh distrik dari Sumatra hingga Papua,”

2. Cocok Jadi Peneduh Monas

Destario menyatakan Pule bisa tumbuh sampai mencapai 50 meter dengan diameter batang bawah dapat menjangkau 1,25 meter. Tumbuhan ini mempunyai pola persimpangan bertingkat. Pohon ini tergolong pohon yang terus berdaun dan sesuai sebagai peneduh di area Monas.

“Jenis yang terus berdaun sepanjang tahun (evergreen) sampai-sampai tampak asri dan sesuai sebagai peneduh,”.

3. Bisa Obati Bronkitis Hingga Disentri

Destario menuliskan Pohon Pule juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pengobatan. Kulit batang Pule berisi alkaloid. Dikutip dari website jogjaprov, Kulit batang Pule juga dapat digunakan guna penyakit kulit, epilepsi dan hipertensi.

Getah dari batang Pule dapat dipakai untuk mengobati sariawan dan keseleo. Kayu Pule dimanfaatkan sebagai bahan dasar penciptaan batang pensil, topeng dan kerajinan kayu lainnya.

“Alkaloid yang tidak sedikit dimanfaatkan untuk sekian banyak tujuan penyembuhan mulai dari anti disentri sampai bronkitis. Bahkan daun dan getahnya pun pun dapat dimanfaatkan untuk sekian banyak macam penyembuhan tradisional,”

4. Digunakan Sejak Abad Ke-9 di Indonesia

Destario menuliskan Pohon Pule mempunyai sejarah panjang dengan warga Indonesia. Pohon Pule sudah dimanfaatkan semenjak abad ke-9 di Indonesia.

“Bahkan sosok pohon Pule pun telah dikenal oleh nenek moyang kita mula-mula dan dicerminkan dalam di antara relief di Candi Borobudur abad ke 9,”