Fakta Daun Kratom Tanaman Herbal yang Dianggap Mirip Narkoba

Fakta Daun Kratom Tanaman Herbal yang Dianggap Mirip Narkoba

Fakta Daun Kratom Tanaman Herbal yang Dianggap Mirip Narkoba

 

Fakta Daun Kratom Tanaman Herbal yang Dianggap Mirip Narkoba

Cerdaspoker DominoQQ – Daun kratom, tumbuhan dengan nama latin Mitragyna speciosa dikenal sebagai tumbuhan herbal dari Indonesia. Nama tumbuhan ini belakangan mencuat dan jadi pembicaraan di semua dunia sebab kontroversinya di bidang kesehatan.

Pasalnya, daun tumbuhan yang menjadi sebagai obat herbal untuk warga Indonesia dirasakan jadi obat herbal, di luar negeri dirasakan sebagai narkoba atau obat terlarang.

“Saya mengonsumsi kratom dan tidak mempunyai masalah atau efek samping. Daun ini juga dapat membantu menambah stamina,” kata Faisal Perdana, laksana yang dilansir dari AFP, sejumlah waktu lalu.

Namun menurut keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), di antara senyawa yang ditemukan dalam kandungan tumbuhan ini ialah opioid yang dapat memicu kecanduan sampai kematian.

FDA mendesak pembatasan lebih banyak lagi terhadap penjualan Kratom menyusul masih terdapat 43 negara unsur AS yang melegalkan konsumsi daun tersebut.

Berikut sejumlah fakta mengenai daun yang dianggap riskan ini.

1. Kratom tergolong dalam tumbuhan keluarga kopi (Rubiaceae) penghasil alkaloid urgen seperti kafeina. Tanaman tropis tersebut tumbuh setinggi 4-16 meter dan masyarakat biasa memanfaatkan unsur daunnya yang mempunyai lebar melebihi telapak tangan orang dewasa.

2. Daun ini telah lama dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat Indonesia sebagai ‘obat ajaib’ segala penyakit, mulai dari kejangkitan opioid, penghilang rasa sakit, sampai mengatasi kecemasan.

3. Daun tumbuhan ini seringkali dikeringkan dan dikonsumsi dengan teknik diseduh sebagai minuman teh atau dalam format kapsul.

4. Kratom dapat menstimulasi reseptor benak layaknya morfin, walau dengan efek samping yang jauh lebih ringan.

5. Tanaman herbal ini termasuk tumbuhan psikoaktif yang dimanfaatkan sebagai jamu dan ramuan medis tradisonal di sebanyak wilayah Asia Tenggara semenjak ribuan tahun silam.

6. Para ilmuwan menuliskan Kratom mempunyai efek positif, namun sampai kini masih tidak banyak sekali riset yang menganalisis ketenteraman dan efek samping borongan dari daun tersebut.

7. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), menyebut di antara senyawa yang ditemukan dalam kandungan tumbuhan hijau ialah opioid yang dapat memicu kecanduan sampai kematian.

8. Mereka biasa mengonsumsi daun kratom dengan teknik dikunyah laksana daun sirih ataupun diseduh layaknya teh.

9. Kratom dipasarkan dan dijual layaknya suplemen dalam format kapsul dan serbuk halus. Di samping dilabeli ampuh sebagai herbal rekreasi penghilang rasa nyeri, kratom pun diperuntukkan untuk pemakai yang hendak terlepas dari kejangkitan narkotik.

10. Profesor yang menekuni bidang pengobatan terpaksa di University of Massachusetts Medical School, Erdward W. Boyer, mengantongi daftar hasil riset yang mengungkap dalil tanaman dapat menjadi tumbuhan medis rekreasi.

11. Boyer mengungkapkan kratom dapat berperan sebagai stimulan serta menolong meningkatkan fokus. Sementara untuk pemakaian dengan takaran tinggi, kratom dapat menjadi obat penenang yang menghasilkan efek anti-nyeri layaknya candu.

12. Berdasarkan keterangan dari Boyer, sensasi relaksasi tersebut terjadi sebab kandungan aktif dalam kratom, yaitu mitragynine dan 7-hydroxymitragynine, mengikat pada opioid receptors dalam tubuh manusia.

13. Badan Antinarkotik AS (DEA) menyikapi serius gejala menjamurnya pemakaian kratom yang menjadi tren di sebanyak kalangan, khususnya anak muda. Pada Agustus 2016, DEA memasukkannya dalam susunan tanaman (bersubstansi) yang dirasakan perlu mendapat pengawasan.