Erick Thohir Pastikan Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Disalurkan November

Erick Thohir Pastikan Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Disalurkan November

Erick Thohir Pastikan Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Disalurkan November

Erick Thohir Pastikan Bahan Baku Vaksin Covid-19 dari Sinovac Disalurkan November

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir bareng dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyelenggarakan pertemuan bilateral dengan State Councilor dan Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi di Sanya, Hainan, China, Kamis (20/8/2020) Ludoqq Domino99

Dalam pertemuan itu turut muncul sejumlah perusahaan farmasi asal China, dengan menjadikan penguatan kerjasama di bidang vaksin sebagai kegiatan utamanya

Pertemuan ini adalahpertemuan tindak lanjut dari pertemuan daring bareng Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada akhir Juli 2020. Di samping itu, Erick Thohir, yang pun menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bareng Menteri Luar Negeri Retno Marsudi diutus Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna menindaklanjuti sejumlah kerjasama bilateral, tergolong kerjasama di bidang vaksin dan kerjasama ekonomi lainnya dengan RRT.

Sebagai unsur dari peringatan hubungan diplomatik Indonesia-China ke-70 tahun, kedua negara berkomitmen untuk menambah kerjasama di bidang vaksin. Pembicaraan ini sudah dilaksanakan sejak sebulan lalu.

“Alhamdulillah pada hari ini kami menyelenggarakan pertemuan dan negosiasi. Pembicaraan dilangsungkan sangat positif. Sinovac bahkan telah menandatangani kerjasama transfer knowledge dengan Bio Farma,” ujar Erick Thohir, Kamis (19/8/2020).

Erick menjelaskan, distribusi bahan baku vaksin dari Sinovac akan dibuka pada November mendatang. Dia menegaskan kerjasama ini tak sekadar transaksi dari segi ekonomi, tetapi pula transfer teknologi maupun pengetahuan laksana yang telah ditandatangani antara Sinovac dengan Bio Farma.

Di peluang itu, Indonesia menyampaikan tentang pentingnya jumlah vaksin yang memadai, tepat waktu, aman dan dengan harga yang terjangkau. Erick pun melihat adanya komitmen powerful dari sebanyak industri farmasi Tiongkok untuk mengerjakan kerjasama vaksin dengan Indonesia.

Di samping pertemuan dengan Sinovac, Pemerintah RI pun tengah menjajaki kerjasama dengan perusahaan farmasi Tiongkok lainnya, yaitu CanSino Biologics dan Sinopharm.

“Kami di Komite memperbesar dan melakukan sekian banyak daya upaya untuk meminimalisir penyebaran virus seraya terus membina kemandirian bangsa lewat pengembangan vaksin Merah Putih dan terapi penyembuhan. Sambil menantikan vaksin Merah Putih, vaksin dari negara beda masih diperlukan untuk mengayomi masyarakat Indonesia supaya Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit,” sambung Erick.

Dia menambahkan, Indonesia pun terus tersingkap dan menjajaki kerjasama internasional lainnya guna meyakinkan dan mengakselerasi ketersediaan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif di Indonesia.

Kerjasama internasional di bidang vaksin menjadi di antara dari sekian banyak berbagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Diantaranya mengerjakan 3T (test, trace, treat), mendorong evolusi perilaku, menyiapkan kemandirian bangsa lewat pengembangan vaksin merah putih, dan terapi penyembuhan, sampai menyiapkan kapasitas buatan dan penyaluran di domestik untuk buatan dan vaksinasi massal.

180 Juta Orang Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 di 2021

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah terus berupaya mempersiapkan produksi vaksin penangkal Covid-19 supaya bisa didistribusikan untuk masyarakat 2021 mendatang.

Berdasarkan keterangan dari dia, vaksin adalahkunci utama pencegah wabah pandemi virus corona yang dampaknya akan mempunyai sifat panjang.

“Pemerintah menyaksikan situasi pandemi ini sebagai sesuatu yang sifatnya multiyears, tidak melulu satu tahun. Jadi kuncinya terdapat di dalam vaksin, sampai-sampai pemerintah menyaksikan vaksin ini diharapkan dapat ditemukan tahun depan,” ujarnya dalam suatu sesi webinar, Kamis (20/8/2020).

“Dimana sejumlah vaksin tersebut sedang clinical trial. Ada vaksin satu di Bandung, lantas vaksin dua koordinasi di Jakarta, kemudian pun ada vaksin merah putih diinginkan (keluar) di kuartal 2 tahun depan,” beber dia.

Airlangga menyatakan, penyuntikan vaksin tidak dapat dilaksanakan dalam satu kali. Negara besar laksana Amerika Serikat dikatakannya sudah mempersiapkan empat kali suntikan vaksin Covid-19 guna penduduknya.

“Indonesia menyiapkan Rp 5 triliun tahun ini, tahun depan diduga bagaimana 180 juta warga ini memiliki akses terhadap imunisasi,” jelas dia.

Dalam imunisasi ini, ia menambahkan, Indonesia mesti dapat memvaksin selama 180 juta orang dalam dua kali suntikan. Artinya diperlukan 360 juta dosis, dan perlu dilaksanakan imunisasi guna 1 juta orang per hari.

“Nah tentu bila 1 juta vaksin ini anda memprioritaskan kepada wilayah yang terdampak lebih dulu yang 8 daerah. Kemudian pasti secara bertahap dari grup usia. Kalau anda lihat dari batas usia, usia yang efektif antara 19-59 tahun,” tuturnya.

Pemerintah Bakal Imunisasi Massal Vaksin Covid-19 Awal 2021

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir menargetkan, produksi vaksin Covid-19 dapat selesai mula 2021.

Erick mengatakan, penemuan vaksin adalahprioritas selanjutnya sesudah pemberian stimulus. Dia memproyeksikan, vaksin yang digarap holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero) tersebut akan selesai dan diserahkan kepada semua masyarakat di mula tahun depan.

“Kita menggerakan yang namanya stimulus ekonomi dan penemuan vaksin, yang nantinya anda harapkan mula tahun depan tersebut imunisasi massal,” kata Erick Thohir dalam sesi webinar, Sabtu (15/8/2020).

Berdasarkan keterangan dari dia, penemuan vaksin tersebut adalahkunci mula untuk pulang menumbuhkan kegiatan perekonomian. Oleh karenanya, ia pun mengimbau Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang sempat meminta prioritas pemerintah guna bersabar sedikit.

“Karena tersebut kemarin saya pun ketemu Kadin, kita ucapkan sabar. Karena sesudah ini dilaksanakan baru anda bicara indonesia tumbuh,” imbuh Erick.

Lebih lanjut, Erick pun mencibir sebanyak pihak yang menuliskan pemerintah sudah gagal dalam memerangi wabah pandemi Covid-19.

Padahal, ia menyatakan, secara angka penanganan Indonesia masih jauh lebih baik dibanding negara-negara besar laksana Amerika Serikat.

“Jadi tidak terdapat yang salah dari Indonesia. Seakan-akan asumsi luar anda gatot, tidak berhasil total. Padahal anda ini sama baiknya. Kalau inginkan berdebat tingkat contohnya yang meninggal, anda balikan jumlahnya yang meninggal dan populasi, anda ini jauh lebih baik dari Amerika, Rusia, India,” tuturnya.

“Kalau dikomparasikan dengan negara yang populasinya 1/10 ya tidak fair. Apalagi anda negara kepulauan, bukan negara daratan,” ujar Erick