Epidemiolog Minta Publik Tak Khawatir Soal Varian Baru Covid-19

Epidemiolog Minta Publik Tak Khawatir Soal Varian Baru Covid-19

Epidemiolog Minta Publik Tak Khawatir Soal Varian Baru Covid-19

Epidemiolog Minta Publik Tak Khawatir Soal Varian Baru Covid-19

Senjaqq Domino99 -Epidemiolog Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, menegaskan masyarakat tidak perlu cemas berlebihan terhadap timbulnya varian baru Covid-19.

“Hingga hari ini WHO belum mendapat laporan bukti bahwa varian mutasi virus Covid-19 yang baru ini lebih tinggi tingkat keganasannya,” kata Syahrizal dalam keterangannya, Jumat, 5 Februari 2021.

Syahrizal menyatakan mutasi ialah kemampuan virus guna bertahan hidup. Setiap virus saat menginfeksi satu induk semang, laksana sel manusia, lantas bereplikasi dan bisa terjadi mutasi.

Umumnya, mutasi terjadi tidak pada bagian urgen dari virus. Tetapi terjadi pada unsur tanduk atau spike dari virus. Yang memunculkan kekhawatiran, kata Syahrizal, sebab virus jadi lebih gampang untuk masuk ke sel sasaran. Sehingga, penularan bakal lebih cepat dibanding dengan varian yang lama.

Meski belum terbukti varian baru Covid-19 lebih tinggi tingkat keganasannya, Syahrizal mengatakan, para berpengalaman masih terus meneliti akibat varian baru ini terhadap tingkat perlindungan vaksin.

Berdasarkan keterangan dari Syahrizal, vaksinasi pun sama sekali tidak menimbulkan varian virus baru. Sebab, bahan penciptaan vaksin tidak mendorong timbulnya mutasi.

Selagi kondisi wabah masih fluktuatif dan pemberian vaksin masih terbatas, Syahrizal menyarankan supaya pencegahan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, mengawal jarak) dan menghindari kerumunan serta 3T (testing, tracing, treatment) butuh ditingkatkan.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mesti
dilaksanakan lebih ketat dan lebih tegas. Seluruh acara yang berpotensi kerumunan mesti dilarang, tergolong acara-acara pernikahan dan pekerjaan sosial lainnya,” kata Syahrizal soal varian baru Covid-19.

Selagi kondisi wabah masih fluktuatif dan pemberian vaksin masih terbatas, Syahrizal menyarankan supaya pencegahan 3M (mencuci tangan, menggunakan masker, mengawal jarak) dan menghindari kerumunan serta 3T (testing, tracing, treatment) butuh ditingkatkan.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mesti
dilaksanakan lebih ketat dan lebih tegas. Seluruh acara yang berpotensi kerumunan mesti dilarang, tergolong acara-acara pernikahan dan pekerjaan sosial lainnya,” kata Syahrizal soal varian baru Covid-19.