Enam Kesalahan Yang Sering Di Lakukan Ketika Memasak Telur

Enam Kesalahan Yang Sering Di Lakukan Ketika Memasak Telur

Enam Kesalahan Yang Sering Di Lakukan Ketika Memasak Telur

 

Enam Kesalahan Yang Sering Di Lakukan Ketika Memasak Telur

Cerdaspoker Dominobet  –  Mengolah telur menjadi makanan sehari-hari barangkali sudah menjadi urusan yang umum anda lakukan. Namun, pernahkah beranggapan bahwa tahapan yang saya dan anda lakukan sudah benar atau belum?
Laman Insider menuliskan, minimal ada enam kekeliruan umum yang biasa dilaksanakan orang saat memasak telur.

Beberapa chef mengupayakan menjelaskan kekeliruan umum itu dan bagaimana memasak telur laksana seorang profesional.

1. Tidak memakai api kecil
Memasak telur memerlukan kesabaran. Berdasarkan keterangan dari chef dan planning guru The Party Whisperer, SusanMacTavish Best, biasanya kita mengobarkan api terlampau besar karena hendak telurnya cepat matang. Hal ini idealnya tak dilakukan.
Hal senada diungkapkan oleh oleh chef asal New York dan empunya Prova Pizzabar, Donatella Arpaia.
“Kesalahan terbesar saat memasak telur ialah menggunakan panas yang terlampau tinggi dan membuatnya jadi terlampau matang. Kunci menciptakan scrambled egg yang sempurna ialah menggunakan api yang kecil dan rendah,” katanya.

Gunakan api sangat kecil untuk menangkal telur terbakar, serta supaya kematangan yang dijangkau sempurna dan konsisten.
Jika kamu hendak scrambled-egg yang teksturnya lebih lembut, executive chef Michael Reich dari JW Marriott Chicago menganjurkan untuk mengusung penggorengan dari kompor dan tidak mempedulikan sisa-sisa panas mematangkan telur tersebut.
“Untuk menghindari telur terlampau matang, angkat penggorengan saat telur masih agak lembut dan basah. Telur bakal semakin solid meskipun penggorengan diusung dari api, sebab pematangan terus terjadi,” ucapnya.

2. Menambahkan cairan sebelum telur sedang di penggorengan
Menambahkan susu atau krim untuk menciptakan scrambled-egg ialah hal yang umum dilaksanakan di rumah. Namun, menurut keterangan dari direktur makanan Bon Appétit, Carla Lalli Music, urusan tersebut tak butuh dilakukan.
“Untuk menciptakan scrambled-egg, pecahkan telur dengan garpu sampai lembut kemudian bumbui dengan garam. Masak dengan mentega memakai api sedang, aduk secara konstan andai menyukai tekstur yang lebih lunak dan lembut,” ucapnya.

3. Tidak segera membumbui
Banyak orang membumbui telur saat sudah terdapat di penggorengan. Padahal, andai menginginkan tekstur scramble-egg yang lembut, anda harus membumbuinya sesegera mungkin.
“Garam dapat memberikan efek menyeluruh terhadap proses pemasakan telur,” kata celebrity chef dan berpengalaman gizi Ariane Resnick.
Ketika telur dimasak dan menggumpal, protein dalam kuning telur bakal saling tarik-menarik dengan powerful seiring dengan semakin panasnya api yang diterima.

Ketika ikatan mereka menjadi lebih kuat, mereka akan mengurangi cairan yang terdapat di dalamnya sampai-sampai hasilnya tidak cukup baik.
Menambahkan garam sebelum memasak akan menangkal protein tersebut terbelenggu terlalu powerful dengan mengurangi pesona satu sama lain.
Hasilnya, telur bakal lebih lunak dan tidak terdapat cairan yang menciptakan telur tampak tidak cukup menarik.

Tambahkan garam segera sebelum memasak. Jika hendak efek lebih sempurna, garam itu harus punya lumayan waktu guna larut dan menyatu dengan telur. Waktunya dapat mencapai 15 menit.

4. Tidak memanfaatkan oven guna masak telur mata sapi
“Salah satu masalah besar saat memasak telur mata sapi ialah kerika masih terdapat putih telur yang belum matang salah satu kuning telur,” kata chef Ricardo Barreras dari Pilar Cuban Eatery di Brooklyn.
Barreras menyarankan, panaskan minyak pada teflon kecil dengan api sedang, secara perlahan pecahkan dua butir telur kemudian masak sekitar 30 detik.
Kemudian, andai mempunyai oven, letakkan teflon dalam oven dengan suhu 200 derajat Celcius pada baris sangat atas. Biarkan telur sekitar empat menit sampai semua putih telur matang.
Kemudian, keluarkan teflon dari oven dan angkat telur sebelum kuning telur terlampau matang.

5. Tidak memanfaatkan cangkang telur
Banyak orang memecahkan telur guna mengaduknya, namun selesai dengan pecahan kecil salah satu kuning dan putih telur. Kita mengupayakan mengambilnya dengan garpu, namun justeru merusak telurnya.
Kesalahan ini dapat dihindari dengan trik daur ulang cangkang telur.
“Gunakan cangkang besar guna mengambil andai ada pecahan cangkang telur kecil yang tersisa. Ini ialah trik gampang yang jarang diketahui orang tetapi efektif,” kata Chef De Cuisine dari Momofuku Nishi di New York, Nick Tamburo.

6. Memasak terlampau matang
Terlalu matang tidak saja masalah guna scrambled-egg, tapi pun telur rebus. Meninggalkan telur terlampau lama di atas panci ialah kesalahan besar.
Brunch master dan empunya restoran Egg Shop di Brooklyn, Nick Korbee menjelaskan, hasil dari telur yang terlampau mayang ialah penampilan yang terlampau keabu-abuan. Tidak melulu kurang unik secara visual, tetapi tekstur telur pun kering dan pucat.
“Rasa telur pun akan tengik serupa wewangian perut kembung yang terlalu tidak sedikit sulfur. Jadi, tidak boleh lakukan ini pada telur yang anda masak,” katanya.
Untuk menghindarinya, Korbee menganjurkan tiga langkah proses.
Pertama, siapkan air es terlebih dahulu, sampai-sampai kamu dapat segera menenangkan telur sesaat sesudah dimasak dalam masa-masa yang cukup.
Kedua, tidak terlampau lama merebus telur. Korbee biasa melakukannya sekitar 9 menit dengan kuning telur yang masih lembut guna dipadukan dengan salad. Durasi 11 menit guna yang lebih matang.
Tapi, tidak boleh dikira-kira, gunakanlah penghitung waktu.
Ketiga, rebus air terlebih dahulu baru telur. Pastikan telur terbenam satu inci atau lebih, dengan kata lain telur dimasak merata.