Edarkan Uang Palsu, Polisi Magetan Ringkus Pasangan Suami Istri

Edarkan Uang Palsu, Polisi Magetan Ringkus Pasangan Suami Istri

Edarkan Uang Palsu, Polisi Magetan Ringkus Pasangan Suami Istri

Edarkan Uang Palsu, Polisi Magetan Ringkus Pasangan Suami Istri

Petugas Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur, menangkap sepasang suami-istri asal Kota Madiun yang mengedarkan duwit palsu di lokasi hukumnya sampai merugikan dan sebabkan resah masyarakat.

Akibat perbuatanya, pasangan suami-istri selanjutnya dijerat bersama dengan pasal 36 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 th. 2011 berkenaan mata duwit bersama dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun  LudoQQ Poker Galaxy.

Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana menyatakan ke-2 tersangka adalah Mispandi (48) dan istrinya, Dewi (46) yang merupakan warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jawa Timur.

“Keduanya ditangkap berdasarkan laporan warga Magetan yang menjadi korban peredaran duwit palsu mereka,” ujar AKBP Festo kepada wartawan di Magetan, Senin, 27 Januari 2020

Dari tangan ke-2 tersangka, polisi menyita sebanyak 46 lembar duwit kertas diduga palsu pecahan Rp100 ribu dan satu unit mobil Daihatsu Ayla milik tersangka.

Modusnya adalah mereka membelanjakan duwit palsu selanjutnya di toko kecil, pedagang kecil di Pasar Sayur Magetan, ataupun di pasar tradisional seperti yang tersedia di Desa Banyudono, Kecamatan Ngariboyo, Magetan.

Modus Operandi

Petugas Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur, menangkap sepasang suami-istri asal Kota Madiun

Guna melancarkan aksinya, kebanyakan mereka membeli pada pagi hari dan malam hari. Sehingga pedagang tidak teliti bersama dengan duwit yang diterimanya. Selanjutnya, hasil barang belanjaan seperti rokok ataupun sayur-sayuran mereka jual kembali untuk mendapatkan duwit asli.

“Tersangka mengaku membeli duwit palsu selanjutnya berasal dari seseorang bersama dengan harga Rp10 ribu untuk satu lembar duwit palsu pecahan Rp100 ribu,” ucap AKBP Festo.

Polisi Magetan masih konsisten mengembangkan persoalan peredaran duwit palsu selanjutnya lebih lanjut, juga mengungkap pemasoknya.

Akibat perbuatanya, pasangan suami-istri selanjutnya dijerat bersama dengan pasal 36 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 th. 2011 berkenaan mata duwit bersama dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun.

Festo mengimbau warga Kabupaten Magetan, terlebh para pedagang, sehingga berhati-hati dalam jalankan transaksi. Jika terima lembaran duwit kertas mencurigakan yang diduga palsu, segera melapor ke kantor polisi terdekat.