Dulu Tajir Melintir Kini Mendadak Jadi Gembel

Dulu Tajir Melintir Kini Mendadak Jadi Gembel

Dulu Tajir Melintir Kini Mendadak Jadi Gembel

Dulu Tajir Melintir Kini Mendadak Jadi Gembel

Seorang anak berasal dari keluarga kaya raya yang jadi biasa hidup berasal dari uang orangtuanya mengalami kenyataan pahit disaat menjalani kehidupan di jalanan sebagai gelandangan.

Tampil di acara Rich Kids Go Homeless di 5Star, Jay Warren, berasal dari Cambridgeshire, menyatakan dia ‘kecanduan untuk menggunakan uang’ dan hidup berasal dari kekayaan ayahnya yang senilai 4 juta poundsterling.

Pemuda 24 th. itu mengaku jadi biasa melaksanakan perjalanan bersama jet pribadi, mobil mewah, dan baju mahal yang bernilai ribuan poundsterling.

Sebelum menggunakan tiga hari menyamar jadi gelandangan di jalanan London, Jay berasumsi mereka adalah orang-orang yang malas, kotor, dan kecanduan narkoba.

Jay termasuk berasumsi orang-orang yang bilang bahwa uang tidak mampu membeli semua nya adalah group orang yang tidak waras.

Namun, setelah seharian hidup di jalanan sebagai tunawisma, kesombongan Jay runtuh. Terlebih ulang disaat dia berkenalan bersama Reese, pemuda 20 th. yang sudah jadi gelandangan selama 8 bulan dan saat ini kecanduan narkoba.

Reese menyatakan dia memang tidak ingin kecanduan narkoba. Tapi justru obat terlarang itu merupakan cuma satu pelarian berasal dari kenyataan pahit selama hidup di jalanan.

” Obat-obatan terlarang sebabkan saya jadi lebih buruk. Saya tidak habis pikir perihal ini terjadi terhadap saya. Saya was-was dan saya apalagi tidak sadar perlu berbuat apa,” ujar Reese.

Jay menyatakan pembicaraan bersama Reese sudah terhubung matanya bahwa uang tidak mampu memelihara seseorang berasal dari pengalaman buruk.

” Tidak acuhkan saya berasal berasal dari latar belakang yang istimewa, sedangkan dia tidak. Pada selanjutnya kita punya pengalaman serupa didalam hidup ini, dan saya kira uang tidak bakal menghindar Anda untuk mengalami hal-hal buruk,” kata Jay.

Hidup sebagai gelandangan selama tiga hari adalah pengalaman yang susah bagi Jay. Setelah diturunkan di lebih kurang stasiun King’s Cross, Jay jadi mengemis.

Saat itu Jay percaya bahwa dia mampu muncul berasal dari jalanan didalam sehari, bersama mengemis dan memanfaatkan uang yang dia dapatkan untuk menjual karya seni yang terbuat berasal dari sendok kayu.

Dia pikir usahanya itu bakal memberinya memadai uang untuk mendapatkan kamar hotel ‘setengah layak’ dan segelas sampanye. Namun, setelah mengemis dia cuma mendapatkan 25 poundsterling terhadap malam pertamanya.

Jay segera sadar bahwa orang-orang yang lewat sudah melupakan usahanya untuk mendapatkan uang, meski bersama langkah yang lebih beradab sekalipun.

” Banyak orang lihat saya, tapi mereka sengaja menjauhi saya, dan pura-pura tidak mendengarkan saya,” katanya.

Pengalaman ini sudah menyentuh hati Jay dan membuatnya sadar bahwa bertahan hidup di jalanan lebih susah daripada yang dia bayangkan. Jay apalagi sudah siap untuk menyerah.

Jay amat terperanjat bersama pengalaman hidup jadi gelandangan. Jay menyatakan dia bisa saja tidak bakal berhenti memikirkannya selama bertahun-tahun setelah acara ini selesai. LudoQQ pokerace99