Dua Pasangan Mahasiswa Pelaku Aborsi di Padang Diringkus

Dua Pasangan Mahasiswa Pelaku Aborsi di Padang Diringkus

Dua Pasangan Mahasiswa Pelaku Aborsi di Padang Diringkus

Dua Pasangan Mahasiswa Pelaku Aborsi di Padang Diringkus

Senjaqq Domino99 -Setelah menyelamatkan pasangan suami istri (pasutri) penjaja obat-obatan keras yang dipakai untuk menggugurkan kandungan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang pun meringkus dua pasangan mahasiswa. Sebab mereka diperkirakan melakukan perbuatan aborsi.

“Dua pasangan mahasiswa berinisial AHS (20), ND (20), FS (20) dan AS (25) mereka diperkirakan pelaku aborsi yang melakukan pembelian obat di lokasi pasangan suami istri penjaja obat aborsi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Rico Fernanda, untuk wartawan, Sabtu (13/2/2021).

Rico menjelaskan, dari penangkapan suami istri yang memasarkan obat keras guna aborsi, pihak kepolisian mengerjakan pengembangan untuk menggali pelaku aborsinya. Hasilnya didapati dua wanita yang mengerjakan tindakan aborsi, dan ditangkap bareng pasanganya di kos-kosan.

Berdasarkan pengecekan sebut Rico, pihaknya menyita pembicaraan antara pelaku aborsi dengan pasangan suami istri yang memasarkan obat keras. Mereka pun mengirimkan janin bayi setelah sukses melakukan tindak aborsi untuk pasangan suami istri tersebut.

“Dua pasangan mahasiswa berinisial AHS (20), ND (20), FS (20) dan AS (25) mereka diduga pelaku aborsi yang membeli obat di tempat pasangan suami istri penjual obat aborsi,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Rico Fernanda, kepada wartawan, Sabtu (13/2/2021).
“Mereka menyatakan benar telah mengerjakan tindakan aborsi dengan mengkonsumsi obat keras yang dipasarkan pasangan suami istri ini,” jelasnya.

Ia menyampaikan, sebelumnya pasangan suami istri benak dari sangkaan praktik aborsi ini adalahpemilik Apotek di Jalan Ksatria, Kelurahan Ganting Parak Gadang. Modus aborsi yang dilaksanakan pasangan suami istri berinisial I (50) dan S (50) ini ialah dengan memasarkan obat keras guna menggugurkan kandungan dengan sasaran wanita hamil di luar nikah. Praktik ini telah dilaksanakan sejak 2018 lalu, dengan konsumen 30 lebih wanita hamil diluar nikah.

“Kami menyelamatkan seluruh terduga dan ketika ini masih mengerjakan pengembangan berhubungan pelaku aborsi lainnya yang melakukan pembelian obat keras di apotek milik terduga I,” sebutnya.
“Kami mengamankan seluruh tersangka dan saat ini masih melakukan pengembangan terkait pelaku aborsi lainnya yang membeli obat keras di apotek milik tersangka I,” sebutnya.