Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina Copet Baru di Preman Pensiun 4

Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina Copet Baru di Preman Pensiun 4

Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina Copet Baru di Preman Pensiun 4

Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina Copet Baru di Preman Pensiun 4

Preman Pensiun 4 jadi sinetron yang sedang digemari oleh penggemar tontonan layar televisi di tanah air. Sinetron ini sedang berada di puncak kejayaannya dengan jadi tontonan dengan rating tertinggi.

Sinetron yang tayang jam 04.00 WIB tiap tiap hari ini menyuguhkan cerita simpel yang terlalu berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya cerita yang bagus, para pemain pun menarik perhatian pemirsa sinetron ini. Salah satu pemain yang menarik perhatian adalah Nina, sosok wanita copet di sinetron Preman Pensiun 4.

Sosok Nina diperankan oleh artis cantik Ribka Uli. Nina adalah copet rekrutan terbaru bos Saep yang diperankan oleh Icuk Baros.

Dua Fakta Mengejutkan Sosok Nina Copet Baru di Preman Pensiun 4

Nina merupakan pengganti Mira yang berhenti jadi copet. Nina beroperasi sebagai copet ditemani oleh mantan teman Mira bernama Gugum yang diperankan Achmad Safaat.

Lantas bagaimana kehidupan asli dari Nina ini? berikut dua fakta mencengangkan dari Nina sosok copet baru di Preman Pensiun 4 ini.

1. Seorang DJ
Tak hanya berparas catik, siapa sangka Ribka Uli ternyata seorang DJ. Ia sering membagikan kegiatan kala manggung sebagai DJ di laman akun instagramnya.

” Kerja sambil liburan tetap di bayar ? Yang mengetahui bukan ani” happy sunday iya guys,” kata Ribka Uli pada foto kala jadi DJ.

2. Pemain Dilan
Fakta lain dari artis yang termasuk berprofesi sebagai DJ itu keliru satu pemain film sukses Dilan 1990 yang rilis tahun 2019 silam.

Di film Dilan 1990, Ribka berperan sebagai Susi, keliru satu teman SMA tokoh utama Milea Adnan Hussain (Vanesha Prescilla). Ia termasuk menunjukan bukti berpose dengan ketiga pemain keliru satunya Vanesha Prescilla mengenakan pakaian SMA.

” Sore itu kala nongkrong di ” bi eem” #1990 #omatedankeun,” tulis Ribka sebagai keterangan foto.

Nama pesinetron Delisa Herlina tambah dikenal publik sejak membintangi sinetron Preman Pensiun 4. Dalam sinetron yang tayang di keliru satu televisi swasta itu, wanita asli Garut Jawa Barat ini berperan sebagai Mira yang diceritakan sebagai tukang copet angkot.

Semakin dikenal publik sebabkan Mira memiliki satu keinginan simpel untuk membahagiakan ayahnya. Mira mengaku dambakan membelikan ayahnya seekor domba yang sampai kala ini belum dulu bisa diwujudkannya.

Keinginan membeli domba sesungguhnya udah ada sejak lama. Namun tiap tiap kali dambakan melaksanakan janjinya, Mira senantiasa memiliki kepentingan lain yang lebih mendesak.

” Benar soalnya dari zaman Bike Boys ada tujuan berkenan beli domba bikin bapak hanya belum sempet kebeli sampai saat ini gara-gara ada kepentingan yang lainnya,” kata Delisa Herlina dikutip Dream dari Youtube TYSONISME CHANNEL, Rabu 13 Mei 2020.

Mira mengaku sampai kala ini belum mengetahui kapan bisa mewujudkan keinginannya untuk membelikan domba untuk ayahnya. Malah kini Mira udah berpikir untuk membelikan sapi sesudah sukses mengimbuhkan domba.

” Domba termasuk belum kebeli kalau domba udah kebeli baru beli sapi. Belum ya Allah kapan ya? Siapa mengetahui ada yang ngelamar ke rumah bawa 20 domba. Mungkin gak tahu, sah kayak nya,” tuturnya.

Kabar mengejutkan berkunjung dari komedian Epy Kusnandar. Lama tak nampak di layar kaca, Epy ternyata sedang rajin menekuni bisnisnya jadi pedagang kaki lima.

Pemeran tokoh Kang Mus di dalam serial Preman Pensiun ini mengaku kariernya di dunia hiburan sedang meredup. Dia kalah beradu dengan artis-artis pendatang baru.

“ Saya enggak mengetahui berkenan usaha apa, kelanjutannya coba-coba jadi PKL. Walaupun penghasilan tidak seberapa tetapi bisa untuk makan sehari-hari,” ungkap Epy, dikutip dari Selasa, 1 Agustus 2017.

Pria yang dulu mengidap kanker otak berikut kini memiliki usaha kuliner. Bukan sebuah restoran, Epy hanya terhubung lapak di tepi jalan.

“ Sehari aku dapatnya nggak sampai sejuta. Belum dipotong modal dan untuk bayar gaji orang. Namun, alhamdulillah tetap bisa kasih makan anak istri,” tuturnya melanjutkan.

Well, kami doakan saja ya sehingga usaha Kang Mus laris manis diserbu pembeli.

Tin! Tin! Tin! klakson kendaraan di belakang mobil yang dikendarai Epy Kusnandar memekakan telinga. Tetapi, Epy bergeming. Dia tak bisa kembali memacu mobil yang dikendarainya.

Dia terhubung kaca mobil di sebelah kanannya. Dengan suasana lunglai, tangan kanannya berikan tanda: berharap kendaraan di belakang mobilnya untuk melaju. Dengan sisa tenaga, tangan kirinya raih ponsel. Dia sesudah itu mencari nomer telepon seorang teman yang bisa dihubungi.

” Tolong saya. Posisi di pertigaan Jalan Raden Saleh dan Jalan Cikini,” kata Epy dengan suara lemah. Ponselnya terjatuh. Dia pingsan. Saksi menyebut, yang terlihat, bola mata Epy putih.

Saat tersadar, dia mengetahui sedang dirawat di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat. Setelah ditangani, Epy sempat dibawa ke Rumah Sakit Tria Dipa. Dari situ, dia sempat didiagnosa mengalami penyakit yang berbeda.

Penyakit yang diderita Epy baru diketahui kala dia merintis pemindaian otak di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat. Benjolan sebesar biji sawi itu jadi penyebab rasa nyeri di kepalanya.

Peristiwa itu bukan anggota dari adegan film yang dimainkan Epy. Itu berlangsung kala Epy hendak pulang menuju rumahnya di sekitaran kawasan Kalibata, umur selesaikan latihan teater di Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini, Jakarta Pusat.

Dia tak ingat betul tanggal sama juga moment itu terjadi. ” Pokoknya, di suatu malam di 2011,” ucap dia, kala berbicang dengan Dream di Peqho Acting plus Workshop, Jalan Ciranjang 24 B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 9 Januari 2017.

Menurut Epy, suasana berikut merupakan akumulasi rasa sakit yang dihiraukannya. Padahal, dia sesungguhnya udah sering merasakan sakit luar biasa di anggota kepala tengah. ” Rasanya di pusat pemikiran. Kalau mikir yang nggak terpikirakan suka ngejuit,” ucap dia.

Dokter yang mendiagnosa di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta Pusat menyebut, kata dia, benjolan kecil itu merupakan awal tumbuhnya tumor. Untungnya, benjolan berikut belum memasuki stadium kritis.

” Kalau bicara stadium belum masuk Stadium (diskotik), gara-gara udah dibongkar..he..he..Belum masuk stadium kanker, tanda-tanda tumor,” tutur pemeran Kang Mus di dalam sinetron Preman Pensiun itu.

Dia terasa temuan benjolan kecil tanda-tanda tumor di kepalanya berikut tidak langsung terdeteksi, sehingga tidak berkembang ke otak. ” Untungnya, aku pemalas. Jadi, otaknya nggak apa-apa. Kalau mas Kasino kan terlalu kreatif jadi larinya ke otak. Kalau aku terlalu malas,” ucap dia sembari tertawa.

Epy mengingat, tanda-tanda tumor yang tumbuh di kepalanya itu nampak lantaran pola hidup tidak sehat yang dijalankannya. Sebab, selepas tidak tinggal dengan orangtua dan berkuliah di Jurusan Teater, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dia mengalami masa-masa berat.

Di masa-masa itu, ia sering tidur berganti dan sering menyantap makanan tak sehat.
” Tidur kadang kala di kantor pos satpam Taman Ismail Marzuki, kadang di pusat perfilman Usmar Ismail. Makannya, mie instan terus. Ngegembel ya,” ujar dia sembari mengingat.

Pola hidup tak tertata itu, kata dia, lantaran ambisi untuk jadi aktor teater yang mumpuni. Ambisi itu tertanam di dalam pikirannya sejak SMA.

” Awalnya, seorang teman berteater SMA, Herman Sahara menulis puisi.’Ada suara aneh di depan burulah ia’. Sampai sekarang, itulah yang sebabkan aku penasaran mengejar cita-cita di Jakarta,” kata dia.

Selama nyaris empat tahun, Epy merintis beragam pengobatan. Dalam suasana sakit itu, dia tetap enggan mengiyakan tawaran dokter untuk dioperasi. Sebab, biaya yang dibutuhkan untuk operasi kala itu tergolong besar.

” Saat itu nggak sempat menghitung. Gambarannya, sebidang tanah sisa-sisa peninggalan orangtua termasuk sempat, berkenan dijual. Sudah berkenan patungan sama ibu dan mertua,” ucap dia.

Biaya sepanjang masa pengobatan itu sampai kini senantiasa dirahasiakan istrinya Karina Ranau. Alasannya, sehingga Epy tak terbebani dengan jumlah biaya yang dikeluarkan.

” Nanti kepikiran, sebagai bayarannya, anda hidup sehat lahir dan batin,” kata Epy menirukan ucapan Karina.

Berbagai warga yang bersimpati sering berkunjung ke rumahnya. Mereka tak hanya tawarkan beragam obat herbal. Ada termasuk yang berkunjung untuk mendoakan kesembuhannya. ” Komunitas dari beragam agama,” ucap dia.

Atas saran pemeran di Suami-suami Takut Istri, Puti Nur, dia berkunjung ke pengobatan herbal, Jeng Ana. Di pengobatan herbal itulah dia terasa penyakit yang dialaminya berkurang.

” Obat dari dokter senantiasa dikonsumsi. Jadi dua jalur pertolongan, medis tanpa operasi untuk membunuh bibit-bibit tumor dan ramuan herbal dari Jeng Ana,” kata dia.

Selain konsumsi obat herbal dan medis, Epy kala itu membuat perubahan pola hidupnya secara drastis. Dia termasuk kembali berolah raga.

” Saya mengoleksi sepeda tua untuk olahraga. Mengenang masa kuliah kala jadi pengantar koran di kawasan pejabat di Menteng,” kata dia.

Belakangan, sesudah kondisinya tambah membaik, dia terasa mengurangi olahraga. Sebab, gerak olah tubuh yang dia melaksanakan tercurahkan pada kegiatan seni peran.

Di seni peran itu, dia termasuk memakai sebagai terapi. ” Agar asumsi dan darah tidak membeku,” ucap dia.

Dia share pesan kepada penderita kanker dan tumor. Menurut dia, para penderita kanker dan tumor harusnya bisa berkisah kepada orang terdekatnya.

” Agar masalah yang diderita tidak jadi beban sendiri. Agar tak traumatik kalau ditanya sakit apa? jawab, ‘Tidak sakit apa-apa kok’ Dan mempersiapkan mental, kalau sewaktu-waktu dipanggil harus siap,” ujar dia.

Kini suasana kesehatan Epy kembali prima. Dia udah kembali ke dunia seni peran.
Pementasan teater berjudul Atas Nama Kota yang rencananya digelar pada 25 Februari 2017 dan, satu pementasan menyongsong kembali tahunnya, Stand Up is Dead pada 1 Mei 2017 udah dipersiapkan.

Selain pementasan teater, dia pun terlibat di dalam produksi film horor terbaru besutan sutradara The Mo Brother.

” Alhamdulillah pensiun dari ‘preman’ itu bisa mengerjakan yang lain. Kemauan lain tetap ada tetapi tidak muluk-muluk. Saya dambakan share pengalaman apa yang dirasakan dan didapatkan tahun sebelumnya. Yang perlu sehat,” ucap dia.Ludoqq Domino99