Dua dari Tiga Orang di Dunia Keliru Memandang Demensia

Dua dari Tiga Orang di Dunia Keliru Memandang Demensia

Dua dari Tiga Orang di Dunia Keliru Memandang Demensia

 

Dua dari Tiga Orang di Dunia Keliru Memandang Demensia

Pengetahuan global mengenai penyakit Alzheimer dan demensia masih dinilai kurang. Sebanyak dua dari tiga orang di dunia masih beranggapan bahwa demensia melulu adalah bagian alami dari proses penuaan.

Hasil tersebut ditemukan dalam laporan Alzheimer’s Disease International (ADI) bertema “Attitudes to Dementia” yang menandai diperingatinya Hari Alzheimer Sedunia pada 21 September lalu.

Laporan mengejar masih banyaknya orang di dunia yang beranggapan bahwa demensia adalahbagian alami dari proses penuaan. Pandangan ini menjadi stigma yang menghambat proses penambahan kualitas hidup orang dengan demensia (ODD).

Sebanyak 48 narasumber percaya bahwa memori atau kenangan ODD tak bakal membaik walau menjalani perawatan medis sekalipun. Sementara 1 dari 4 orang di dunia beranggapan tak terdapat yang dapat dilakukan untuk menangkal demensia.

“Stigma seputar demensia ini menghambat penambahan kualitas hidup ODD. Dengan stigma ini, publik tak bercita-cita untuk menggali informasi, saran, dukungan, dan pertolongan medis berhubungan demensia,” ujar Pemimpin Alzheimer’s Disease International, Paola Barbarino, melalui penjelasan resmi Alzheimer Indonesia yang diterima www.bocahsakti.pro/pokerace99, pekan lalu.

Demensia adalahpenyakit neurodegeneratif yang menyebabkan penurunan daya ingat dan gangguan teknik berpikir. Penanganan yang tepat dapat menambah kualitas hidup ODD.

Pandangan yang salah tersebut pun berujung pada respons atau sikap semua praktisi medis (dokter dan perawat) yang tidak memuaskan. Laporan pun menemukan bahwa selama 50 persen ODD merasa dilalaikan oleh praktisi medis.

Laporan ini disinggung sebagai survei terbesar tentang sikap dan perilaku umum masyarakat serta tenaga medis terhadap ODD. Penelitian melibatkan selama 70 ribu partisipan dari 155 negara dan distrik di dunia.

Saat ini, ditebak sebanyak 50 juta orang di dunia merasakan demensia. Angka itu ditebak meningkat menjadi 152 juta pada 2050 mendatang.

Sementara di Indonesia, sejumlah 1,2 juta orang diadukan mengalami demensia. Pada 2050 mendatang, angka itu ditebak meningkat menjadi 4 juta ODD.

“Untuk menambah kualitas hidup ODD, masyarakat butuh membuka diri dengan bertukar pikiran dan mengenyahkan stigma,” pungkas Barbarino.