DPR Tagih Kapolri Ungkap Teror Air Keras Novel Baswedan

DPR Tagih Kapolri Ungkap Teror Air Keras Novel Baswedan

DPR Tagih Kapolri Ungkap Teror Air Keras Novel Baswedan

 

DPR Tagih Kapolri Ungkap Teror Air Keras Novel Baswedan

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkap hasil kerja kesebelasan teknis dalam mengusut permasalahan teror air keras yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan. Apalagi tenggat masa-masa yang diserahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah habis.

Arsul berjanji, pihaknya bakal terus menagih janji Kapolri sampai kasus penyerangan Novel terungkap. Saat rapat bareng Kapolri bulan lalu, DPR menerima jawaban bahwa tim teknis masih bekerja tetapi belum ada pertumbuhan baik

Arsul menilai, tim campuran pencari kenyataan independen belum butuh dibentuk. Sekjen PPP tersebut menyarankan, usahakan Kapolri segera mengungkapkan hasil kerja kesebelasan teknis ke publik.

“Kita mohon Kapolri rilis dulu hasil menyeluruh kerja TPF yang dibentuknya, setelah tersebut baru disikapi apakah perlu disusun TGPF independen,” ujarnya.

Arsul menganjurkan tidak butuh ada peningkatan masa kerja kesebelasan teknis kasus Novel yang berakhir mula Desember 2019 ini, supaya tidak terkesan mengulur waktu.

“Supaya tidak terkesan mengulur-ulur waktu, menurut keterangan dari saya tidak usah diperpanjang,” ucapnya

Deadline Tambahan dari Jokowi

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi ekstra waktu untuk Polri guna mengusut permasalahan Novel. Dia meminta selambat-lambatnya permasalahan Novel mesti terungkap di mula Desember 2019.

“Saya telah sampaikan untuk Kapolri yang baru, beri masa-masa sampai mula Desember,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11).

Bukan baru kali ini saja Jokowi menyerahkan tenggat masa-masa penyelesaian permasalahan Novel. Sebelumnya, Jokowi menyerahkan waktu tiga bulan untuk Polri guna mengungkap permasalahan tersebut semenjak Polri menyusun tim eksklusif pada Juli 2019 lalu.

Namun sampai masa kerja kesebelasan khusus berlalu 31 Oktober 2019 kemarin, belum terdapat titik terang permasalahan Novel. Meskipun kepolisian mengklaim telah ada pertumbuhan signifikan dalam permasalahan Novel.

Novel Baswedan diserang dengan air keras oleh dua orang lelaki yang tak dikenal pada Selasa (11/4). Saat itu, Novel baru saja kembali salat subuh dari Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba dua orang bermotor datang dan menyiramkan air keras ke wajah Novel. Tak terdapat seorang juga yang menyaksikan kejadian itu. Novel pun tak dapat melihat jelas pelakunya.

Setelah kejadian tersebut, Novel langsung diculik ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Jakarta Utara dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian ia menjalani perawatan di lokasi tinggal sakit di Singapura pada 12 April 2017.  Ludoqq Domino99