Dokter Paru: Perokok Berisiko 5 Kali Lebih Mudah Tertular Covid-19

Dokter Paru: Perokok Berisiko 5 Kali Lebih Mudah Tertular Covid-19

Dokter Paru: Perokok Berisiko 5 Kali Lebih Mudah Tertular Covid-19

Dokter Paru: Perokok Berisiko 5 Kali Lebih Mudah Tertular Covid-19

Siapapun rentan tertular Covid-19 jika tak mematuhi protokol kesehatan. Tau ternyata, para perokok diyakini lebih berisiko terinfeksi virus Korona. Risikonya 5 kali lebih tinggi.Daftar di sini

Ketua Umum Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR menjelaskan, ada beberapa hal yang menjadi pemicu mengapa perokok rentan tertular. Salah satunya disebabkan pada tubuh seorang perokok terdapat reseptor AC2. Reseptor AC2 merupakan zona nyaman bagi virus Korona di saluran napas atau organ lain di tubuh kita.

“Studi yang ada, terlihat seorang perokok mengalami risiko dua hingga lima kali lebih tinggi. Jumlah receptor AC2 di seorang perokok jumlahnya lebih banyak daripada yang bukan perokok,” kata dr. Agus.

Studi tersebut, kata dr. dwi, sudah terbukti berdasarkan pemeriksaan patologi dari jaringan seorang perokok. Kemudian, asap rokok sudah terbukti menurunkan sistem imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

“Terutama pada imunitas saluran napas. Padahal sistem imunitas penting menghambat terjadinya infeksi virus dan bakteri,” tegasnya.

Menurutnya, asap rokok itu terbukti menganggu proses migrasi sel-sel tubuh melawan infeksi. Ketika seorang perokok mengalami membuat terjadinya migrasi dari sel imunitas dan imun tubuh akan menurun.

“Akibatnya ketika terinfeksi akan terjadilah kondisi yang lebih luas dan cenderung berat termasuk dalam kasus Covid-19,” jelasnya.

Alasan lain yakni menyangkut komorbid atau penyakit penyerta. Covid-19 sebagian besar menyerang pada seseorang dengan komorbid begitu pula pada perokok.

“Jadi, hampir penyakit komorbid lebih banyak ditemukan di seorang perokok. Akibatnya ketika seorang perokok memiliki komorbid, akhirnya memudahkan terjadi Covid-19. Jadi ada dampak tidak langsung dari rokok, komorbid, kemudian Covid-19,” paparnya.

Alasan terakhir, kebiasaan seorang perokok yang memegang rokok berulang-ulang lalu memegang mulut, membuat tangannya mudah menjadi transmisi virus. Sebab tangan perokok belum tentu bersih, memegang rokok, menghisap.

“Nah, itu transmisi meningkat dan meningkatkan risiko virus melalui transmisi melalui tangan. Itulah yang menjelaskan kenapa seorang perokok meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19,” tegasnya.