Dilukis Tiga Seniman, Kulkas Modena Retrofridge Laku Ratusan Juta

Dilukis Tiga Seniman, Kulkas Modena Retrofridge Laku Ratusan Juta

Dilukis Tiga Seniman, Kulkas Modena Retrofridge Laku Ratusan Juta

Dilukis Tiga Seniman, Kulkas Modena Retrofridge Laku Ratusan Juta

 

PESIARQQ – Tiga kulkas Modena RF 2330 atau lebih dikenal dengan nama Retrofridge, dilukis oleh tiga orang seniman. Hasil karya mereka sesudah itu dilelang oleh Modena Indonesia. Uang senilai ratusan juta rupiah hasil lelang sesudah itu disumbangkan untuk Rumah Budaya Sumba.

“Modena menginginkan berkontribusi kepada kesenian Indonesia dan beri tambahan kepada barang siapa untuk sanggup punyai mahakarya seni. Hasil penjualan Retrofridge bakal didonasikan kepada rumah budaya Sumba. Kombinasi itulah yang melatarbelakangi Kedatangan proyek Masterpiece Retrofridge yakni seni di atas kulkas bergaya retro,” kata Director PT Modena Indonesia Robert Widjaja di Jakarta, Kamis (21/11).

Menurut Robert, Retrofridge merupakan kanvas yang sempurna bagi para seniman untuk menuangkan imajinasi dalam wujud satu lukisan. Tiga seniman pilihan Modena yakni Erica Hestu Wahyuni, Decki Leos, dan Abenk Alter. Mereka
memiliki talenta unik yang menjadikan kehidupan sehari-hari sebagai gagasan dalam lukisannya. Nilai yang tercipta pun tidak cuma sebatas visual saja, namun terhitung menunjukkan nilai personal yang mendalam.

“Tiap tahun, tersedia tiga seniman yang kita ajak kolaborasi. Ini kolaborasi yang menarik sebab kulkasnya terhitung tanpa sudut yang kaku. Kami menginginkan tetap memadukan product kita dengan karya-karya seni,” tambahnya.

Malam pelelangan Modena Masterpiece Retrofridge berlangsung di Modena Experience Center – Suryo, pada 21 November 2019. Tidak cuma dihadiri pada donatur, aktivitas ini terhitung bakal dimeriahkan oleh seniman-seniman lokal Sumba yang perlihatkan budaya Sumba lewat musik dan kain tenun tradisional.

Dalam program Modena Masterpiece Retrofridge, Decki memberi judul karyanya sebagai “Preman Dapur”. Sosok bernama Furryball ini diekspresikan gemar menyita makanan berasal dari kulkas.

“Tokoh-tokoh ini diekspresikan seperti anak-anak yang tukang makan. Semua yang aku gambar ini benda-benda yang biasa tersedia di dalam kulkas. Ada sawi, semangka, dan apel. Secara fiilosofi, peran kulkas terlampau perlu di dapur,” tuturnya.

Sementara Erica Hestu Wahyuni memberi judul “The Coolest” dengan warna hijau muda. Dia mengaku tidak menginginkan tersedia batasan dalam penilaian Retrofridge sebagai kulkas atau sculpture.

“Saya menginginkan kalimat itu bersayap. Kulkas merk ini paling dingin dan tersedia istilah coolest itu artinya keren. Saya menginginkan gabungkan ke dua jadi sculpture. Modena beri tambahan kulkas ini seperti beri tambahan kanvas. Saya berharap ini bakal abadi dan punyai nilai,” paparnya.

Sementara Abenk Alter menamakan karyanya berjudul “All Days Services”. Dalam sistem pengerjaan Modena Masterpiece Retrofridge, dia utamakan bagaimana lemari es beri tambahan kontribusi dalam kehidupannya. Dialog yang tercipta pada Abenk dan lemari es sesudah itu diekspresikan dalam wujud komposisi visual.

Modena menggandeng Komunitas Ambiente, salah satu komunitas yang aktif pada isu sosial untuk laksanakan lelang Modena Masterpiece Retrofridge. Hasil lelang tersebut bakal di donasikan untuk Rumah Budaya Sumba, yang merupakan salah satu proyek untuk kesejahteraan penduduk yang kurang untung di Sumba.

“Kami sekumpulkan ibu-ibu yang hiraukan dengan kehidupan, sosial dan budaya. Sebetulnya kita tidak tersedia hubungan segera dengan Rumah Sumba. Tapi komunitas Ambiente dan Rumah Sumba punyai visi yang hampir mirip yakni kepedulian pada seni dan budaya, serta kemanusiaan,” jadi Imelda berasal dari Komunitas Ambiente.