Diet Nabati Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Diabetes, Ini Alasannya

Diet Nabati Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Diabetes, Ini Alasannya

Diet Nabati Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Diabetes, Ini Alasannya

Diet Nabati Bisa Turunkan Risiko Stroke dan Diabetes, Ini Alasannya

Diet dan pola makan menentukan kesehatan seseorang. Dengan pola hidup tak sehat, tak heran jika seseorang bisa terserang penyakit menular di usia muda. Maka penting untuk mencegah risiko penyakit tak menular seperti stroke dan diabetes dengan pola hidup sehat.

Jika ingin mengurangi risiko stroke, serta meningkatkan kesehatan kardiovaskular secara keseluruhan, sebuah studi terbaru di jurnal Neurology menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan nabati.

Para peneliti melihat data kesehatan dari lebih dari 200 ribu pria dan perempuan dalam dua penelitian skala besar yang mencakup lebih dari 25 tahun kuesioner diet, serta perubahan kesehatan dari waktu ke waktu. Mereka menemukan bahwa peserta yang rutin mengonsumsi makanan nabati yang sehat memiliki risiko lebih rendah mengalami stroke. Daftar di sini

“Pola makan nabati banyak pada pilihan seperti sayuran hijau gelap termasuk kangkung, lobak, dan bayam serta biji-bijian dan kacang-kacangan,” kata rekan penulis studi Megu Baden, PhD, dari Departemen Nutrisi di Harvard T.H Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan.

Mereka yang mengikuti jenis diet ini cenderung menghindari makanan yang dibuat dengan biji-bijian olahan seperti nasi, gula tambahan, dan kentang. Manfaat makanan ini telah disorot dalam penelitian lain yang menunjukkan penurunan risiko diabetes, beberapa jenis kanker, dan penyakit kardiovaskular, tetapi ini adalah salah satu yang pertama menghubungkan jenis diet ini dengan pencegahan stroke.

“Kami menemukan bahwa mereka yang mengikuti diet ini memiliki risiko stroke 10 persen lebih rendah,” catatnya.

Penelitian ini juga memasukkan vegetarian. Sumber nabati berkualitas lainnya yakni ikan dan minyak zaitun. Sebuah studi di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa jenis diet ini bermanfaat untuk menurunkan risiko stroke iskemik dan penyakit jantung.

“Bahkan satu langkah seperti mengurangi konsumsi makanan olahan dapat membantu,” kata ahli diet Kara Hoerr.

Kuncinya penting untuk menemukan keseimbangan diet. Buah dan sayur serta makanan berbasis protein, biji-bijian, dan lemak sehat.