Diet Kesuburan 7 Makanan yang Tingkatkan Peluang Kehamilan

Diet Kesuburan 7 Makanan yang Tingkatkan Peluang Kehamilan

Diet Kesuburan 7 Makanan yang Tingkatkan Peluang Kehamilan

Diet Kesuburan 7 Makanan yang Tingkatkan Peluang Kehamilan

Banyak faktor yang menentukan kehamilan, salah satunya makanan. Ada beberapa makanan yang dapat membantu meningkatkan kesuburan wanita.
Sebuah studi dari Harvard Medical School menemukan, mengonsumsi dan menghindari makanan tertentu bisa jadi salah satu upaya bagi Anda yang menginginkan kehamilan. Jenis-jenis makanan tertentu dapat membantu meningkatkan fungsi ovulasi.

“Makan seolah-olah Anda sedang hamil sebenarnya dapat membantu tubuh menjadi prima untuk pembuahan,” ujar ahli gizi Sarah Krieger, melansir pokerrepublik.

Berikut beberapa makanan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesuburan Anda.

1. Buah dan sayuran
Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menemukan, gangguan ovulasi lebih mungkin terjadi pada wanita yang mengonsumsi lebih banyak lemak jenuh, karbohidrat, dan protein hewani. Untuk mengimbanginya, pastikan setengah porsi asupan makanan harian Anda diisi oleh buah dan sayuran segar.
“Semangka dapat memberikan pasokan glutathione yang kaya untuk tubuh, yang penting untuk kualitas sel telur,” ujar ahli gizi Alisa Vitti. Selain itu, kale juga disebut menjadi salah satu sayuran pembangkit kesuburan karena mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme estrogen.

Jika Anda bukan penggemar sayuran mentah, Vitti merekomendasikan untuk mengonsumsi jus kangkung atau sayuran hijau lainnya. “Saya suka merekomendasikan pasien membuat jus sayur segar dicampur dengan beberapa buah yang mengandung fitokimia sebagai senyawa yang bermanfaat untuk kesuburan,” kata dia.

2. Lemak nabati
Manjakan diri Anda dengan lemak nabati yang sehat dalam jumlah sedang. Kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan minyak biji anggur bisa jadi pilihan Anda. Deret makanan tersebut dapat mengurangi peradangan sekaligus membantu meningkatkan ovulasi secara teratur dan kesuburan secara umum.

Demi meningkatkan kemungkinan hamil, hindari konsumsi lemak jenuh. Lemak jenuh dapat meningkatkan resistensi insulin. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan banyak gangguan metabolisme, salah satunya yang memengaruhi proses ovulasi.

3. Karbohidrat kompleks
Konsumsi lebih banyak karbohidrat kompleks dan batasi asupan karbohidrat olahan.

Susun seperempat porsi piring makan Anda dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah. Bagi beberapa wanita, terutama yang memiliki kelainan hormonal, disarankan untuk mengurangi asupan gluten. “Gluten terbukti menciptakan respons peradangan dalam tubuh yang meningkatkan protein C-reaktif serta mengirimkan sinyal bahwa ini bukan waktu ideal untuk hamil,” jelas Vitti.
Selain itu, Anda juga disarankan untuk sebisa mungkin mengurangi konsumsi nasi dan pasta. Sebagai gantinya, konsumsi biji-bijian sebagai sumber karbohidrat kompleks yang tetap membuat Anda kenyang lebih lama.

4. Protein nabati
Kurangi protein yang bersumber dari daging merah. Sebagai gantinya, Anda bisa mencukupi asupan protein dari ikan atau sumber nabati lainnya. Menghindari lemak seperti pada daging merah dapat menghindari Anda dari kelebihan berat badan yang dapat mengganggu kadar estrogen dalam tubuh.

Akan lebih baik lagi jika Anda memenuhi asupan protein dari sumber nabati. Protein nabati umumnya hadir dengan lemak sehat dan relatif rendah kalori. Sebuah studi menunjukkan, risiko gangguan ovulasi berkurang 50 persen saat 5 persen dari total asupan kalori berasal dari protein nabati.

5. Produk susu murni
Konsumsi satu atau dua porsi susu murni atau produk olahan susu seperti yogurt dalam sehari. Anda juga disarankan untuk mengurangi asupan susu atau produk susu rendah lemak.

“Kami menemukan bahwa semakin banyak produk susu rendah lemak dalam menu makanan wanita, semakin besar kesulitan yang dia alami untuk hamil,” ujar ahli nutrisi Walter Willett. Ganti susu rendah lemak Anda dengan susu murni.

Anda juga disarankan untuk meningkatkan asupan yogurt Yunani yang menjadi salah satu makanan terbaik untuk meningkatkan kesuburan. Mikroba probiotik diduga berperan meningkatkan kesehatan anak di masa depan.

6. Gula alami
Kurangi kadar gula tambahan dalam makanan. Sebagai gantinya, pilih pemanis yang tidak diproses. Terlalu banyak konsumsi gula tambahan dapat meningkatkan kadar insulin yang pada akhirnya berpengaruh terhadap proses ovulasi.

Singkirkan beberapa camilan dengan gula tambahan yang tinggi. Minuman bersoda sejak lama telah dikaitkan dengan infertilitas. Pemanis buatan adalah penyebab stres pada sistem tubuh yang menciptakan respons kortisol yang dapat menghambat ovulasi.

Jika Anda menginginkan makanan manis, pilih pemanis yang tidak diproses seperti sirup agave, madu, dan stevia.

7. Kedelai
Anda disarankan untuk menghindari kedelai olahan. Kedelai diketahui dapat berdampak negatif pada kesuburan. Beberapa ahli percaya bahwa isolat protein yang tinggi dalam kedelai mengandung sifat peniru estrogen yang dapat mengganggu keseimbangan hormon.
Namun, produk kedelai utuh seperti kacang edamame dan tempe tampaknya baik-baik saja jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.