Diduga Akibat Perundungan, Siswa SMP di Kota Malang Harus Amputasi

Diduga Akibat Perundungan, Siswa SMP di Kota Malang Harus Amputasi

Diduga Akibat Perundungan, Siswa SMP di Kota Malang Harus Amputasi

Diduga Akibat Perundungan, Siswa SMP di Kota Malang Harus Amputasi

Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Malang, Jawa Timur, berinisial MS harus menjalani operasi amputasi jari tengah, akibat dugaan perundungan yang dikerjakan oleh tujuh temannya.

Paman korban, Taufik, mengatakan bahwa keputusan untuk mengamputasi jari sedang tangan kanan korban tersebut dikerjakan sehabis tim dokter melakukan observasi kondisi MS, yang mengatakan bahwa ujung jari itu udah tidak lagi berfungsi.

“Telah dikerjakan observasi pada jari MS. Jarinya udah tidak bermanfaat ujungnya, akhirnya kami di konfirmasi bahwa dapat dikerjakan amputasi,” kata Taufik, di Kota Malang, Jawa Timur, Selasa, 4 Februari 2020  Agodapoker Domino99.

Taufik mengatakan, operasi amputasi jari sedang MS tersebut dikerjakan pada Selasa petang lebih kurang pukul 18.00 WIB. Pihak keluarga terlalu menyayangkan perihal yang menimpa MS dan menghendaki tidak ada lagi perihal sama yang menimpa anak-anak.

Taufik menjelaskan, MS yang berusia 13 th. itu tidak bercerita mengenai kekerasan yang dia alami. MS yang merupakan siswa kelas VII di SMP Negeri di Kota Malang tersebut, dikenal sebagai sosok yang pendiam.

“Keponakan saya itu anak yang pendiam, tidak puas mengadu,” ujar Taufik.

Sementara itu, Perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil Malang Peduli Pendidikan Sri Wahyuningsih menyatakan, dirinya mewakili penduduk Kota Malang merasa prihatin atas perihal yang menimpa MS, lebih-lebih pada waktu berada di lingkungan sekolah.

“Kami terlalu prihatin atas kondisi adik MS. Kami mengharap perihal ini tidak terjadi lagi dan anak-anak terjamin keamanan dan kenyamanannya saat berada di sekolah,” ujar Wahyuningsih.

Terkait masalah tersebut, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota udah melakukan kontrol pada tiga orang saksi dan tujuh murid terduga pelaku kekerasan pada MS, yang terhitung merupakan pelajar di SMPN daerah MS bersekolah.

Pihak Polresta Malang Kota tunjukkan menjamin keselamatan dan beri tambahan pertolongan kepada korban secara penuh, dan berharap korban yang merupakan siswa SMPN kelas VII tersebut sanggup langsung pulih.

Kasus tersebut mencuat akibat beredarnya sebuah video yang merekam kondisi MS bersama penuh luka memar pada waktu berada di rumah sakit. Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Malang tunjukkan bahwa luka-luka yang diderita korban bukan akibat kekerasan.

Namun, informasi yang viral dan beredar di masyarakat, MS merupakan korban perundungan berasal dari kakak kelasnya. Ditengarai ada tujuh anak yang diduga melakukan perundungan terhadap MS dan membawa dampak luka memar di tubuh MS.