Di Semua Ajang, Manchester United Koleksi 14 Penalti, Milan 20 Penalti

Di Semua Ajang, Manchester United Koleksi 14 Penalti, Milan 20 Penalti

Di Semua Ajang, Manchester United Koleksi 14 Penalti, Milan 20 Penalti

Di Semua Ajang, Manchester United Koleksi 14 Penalti, Milan 20 Penalti

Kesamaan antara Manchester United dan AC Milan musim ini tak hanya menempati runner-up di liga domestik masing-masing.

United dan Milan sekaligus dilabeli sebagai tim ”kekasih wasit” lantaran kerap dihadiahi penalti. Daftar di sini

Di Premier League, United sudah mendapatkan sembilan penalti. Hanya terpaut satu penalti dari urutan pertama Leicester City. Milan lebih mencolok di Serie A. Rossoneri adalah capolista dalam memperoleh hadiah penalti dengan 16 kali. Dua kali lipat lebih banyak dari peringkat kedua US Sassuolo.

Total di semua ajang, United mengoleksi 14 penalti, sedangkan Milan 20 penalti. Pertemuan dua klub berjuluk Setan Merah dalam first leg 16 besar Liga Europa dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 00.55 WIB) disebut bisa ditentukan oleh titik putih alias penalti.

Gelandang serang United sekaligus eksekutor utama penalti The Red Devils Bruno Fernandes tak memungkiri bahwa penalti sering memengaruhi hasil akhir timnya. Gol terakhir Fernandes dalam derbi Manchester (8/3) pun tercipta dari tendangan 12 pas.

Namun, bintang asal Portugal itu menyangkal bahwa pemain United memang punya trik khusus untuk mendapatkan penalti. Menurut Fernandes, ada VAR (video assistant referee) yang sangat membantu wasit dalam memutuskan penalti atau tidak.

”Mendapatkan penalti itu justru mendapatkan tekanan. Terutama bagi eksekutor,” ucapnya seperti dilansir BBC Sport. ”Meski, aku menyukai sensasi dari tekanan itu. Apalagi, ketika aku berhasil menuntaskannya dan tim kami menang,” imbuh top scorer United dengan 23 gol, 10 di antaranya gol penalti, tersebut.

Jika Fernandes adalah eksekutor penalti nomor satu di United, peran itu di Milan jadi milik gelandang Franck Kessie. Momen memorable terakhir tentang penalti Kessie terjadi di San Siro dua pekan lalu (4/3).

Pemain berkebangsaan Pantai Gading itu menyelamatkan Milan dari kekalahan lawan Udinese (seri 1-1) lewat tendangan 12 pas pada menit ketujuh injury time (90+7’)!

Seiring Zlatan Ibrahimovic absen, Mario Mandzukic juga absen, Ante Rebic cedera, ditambah Hakan Calhanoglu bergelut dengan masalah otot kaki, lini serang Milan dalam masalah serius.

Dari 19 pemain Rossoneri yang dibawa ke Manchester, praktis Rafael Leao menjadi satu-satunya striker reguler tersisa. Dia ditemani striker Milan Primavera Riccardo Tonin.

Karena itu, peran pemain dari lini kedua seperti Kessie bakal sentral. Kessie pun optimistis Milan bisa kompetitif. ”Sesulit apa pun situasinya, kami ingin tetap memainkan sepak bola indah di Manchester,” ucap pemain yang mengawali karir profesional bersama Atalanta BC enam tahun lalu itu