Deschamps Seolah Menunjukkan kepada Solskjaer Cara Memaksimalkan Pogba

Deschamps Seolah Menunjukkan kepada Solskjaer Cara Memaksimalkan Pogba

Deschamps Seolah Menunjukkan kepada Solskjaer Cara Memaksimalkan Pogba

Deschamps Seolah Menunjukkan kepada Solskjaer Cara Memaksimalkan Pogba

Prancis dalam edisi pertama UEFA Nations League (2018–2019) menyandang status mentereng. Yaitu, juara Piala Dunia 2018 sekaligus runner-up Euro 2016.

Tapi, Les Bleus kalah bersaing dengan Belanda untuk merebut satu tiket ke putaran final (empat besar). Daftar di sini

Capaian Prancis pada edisi kedua UEFA Nations League (2020–2021) lebih baik. Les Bleus memastikan diri sebagai tim pertama yang lolos ke putaran final kemarin (15/11). Skuad Didier Deschamps mengunci status juara grup 3 League A dengan satu laga tersisa.

Yang lebih membanggakan, Hugo Lloris dkk memastikan tiket putaran final setelah mengalahkan juara bertahan Portugal di kandang lawan, Estadio da Luz! Gol N’Golo Kante pada menit ke-54 membuat Prancis unggul tiga poin (13-10) atas Portugal.

Meski Prancis kalah oleh Swedia di Stade de France dan Portugal menang di kandang Kroasia dalam matchday keenam (18/11), Les Bleus tetap finis teratas karena unggul head-to-head.

’’Prancis seperti menemukan kembali wajah juara dunianya,’’ tentang kemenangan Prancis atas Portugal kemarin.

’’Kami masih mampu menunjukkan bahwa kami tetap tim besar,’’ ucap Deschamps sebagaimana dilansir AFP.

Maklum, setelah menyandang status juara dunia di Rusia dua tahun lalu, baru kali ini atau setelah 24 laga Prancis bisa mempermalukan tim besar di laga tandang.

Kemampuan Deschamps dalam memaksimalkan pemain yang tidak maksimal di klubnya menjadi kunci kesuksesan Les Bleus. Paul Pogba yang underperform bersama Manchester United mampu bermain bagus di timnas. Deschamps seolah menunjukkan kepada pelatih United Ole Gunnar Solskjaer tentang cara memaksimalkan Pogba.

Adrien Rabiot yang kontribusinya minor sejak membela Juventus juga bermain bagus meski berperan sebagai gelandang kiri dalam skema 4-4-2 (diamond). Begitu pula Kante yang bermain brilian meski di Chelsea seperti ingin disingkirkan pelan-pelan oleh tactician Frank Lampard. ’’Aku menikmati permainanku di sini (Les Bleus, Red),’’ kata Rabiot kepada Maxifoot.

Lini serang pun begitu. Antoine Griezmann (FC Barcelona), Kingsley Coman (Bayern Muenchen), hingga Anthony Martial (United) menampilkan diri tidak pantas untuk disepelekan.

Kemarin Grizi –sapaan akrab Griezmann– tak ubahnya striker yang diselundupkan karena bermain di belakang Coman dan Toto –sapaan akrab Martial– yang mampu bermain melebar.

Versi L’Equipe maupun Ouest France, kekuatan utama Prancis sejatinya terdapat di lini pertahanan. Kecuali bek tengah Presnel Kimpembe yang menggantikan Samuel Umtiti, kuartet bek di depan Lloris masih sama seperti di Rusia. Benjamin Pavard di kanan, Lucas Hernandez di kiri, serta Raphael Varane di tengah.

’’Presnel (Kimpembe) kini semakin matang dan Didi (sapan akrab Deschamps, Red) telah memiliki komposisi solid di lini pertahanan untuk ajang tahun depan (putaran final Euro 2020 pada 11 Juni sampai 12 Juli dan putaran final UEFA Nations League 2020–2021 pada 6 sampai 10 Oktober, Red),’’ tulis L’Equipe.