Desainer Didiet Diberi kesempatan untuk membawa tenun terbang

Desainer Didiet Diberi kesempatan untuk membawa tenun terbang

Desainer Didiet Diberi kesempatan untuk membawa tenun terbang

 

Desainer Didiet Diberi kesempatan untuk membawa tenun terbang

Cerdaspoker Domino99 – Setelah kebaya karya desainer Anne Avantie yang digunakan sebagai seragam awak kabin maskapai Indonesia, sekarang giliran tenun yang diangkut ‘terbang’ ke semua dunia.

Desainer Didiet Maulana diberi peluang untuk membawa tenun Bali terbang bareng awak kabin maskapai Garuda Indonesia.

Seragam tenun ini diberi nama ‘Puspa Nusantara’. Puspa berarti bunga. Ada asa bahwa busana dapat membawa harum kreasi Indonesia tak melulu di kancah dalam negeri tetapi pun mancanegara. Kesempatan penciptaan seragam ini juga dirasakan Didiet sebagai teknik memperkenalkan kreasi perajin dan ditransformasikan ke dalam desain busana.

Total terdapat 18 pasang busana guna awak kabin perempuan dan pria. Bagi awak kabin wanita, Didiet merancang atasan berupa kebaya yang memungut siluet kebaya Kartini yang dipadukan dengan nuansa peranakan. Kerah diciptakan tinggi guna menonjolkan keanggunan perempuan Indonesia. Dia pun mencantumkan obi yang terinspirasi dari senteng khas busana perempuan Bali.

Kemudian yang unik, pada unsur lengan Didiet memungut siluet serupa sayap garuda. Dia menciptakan lengan sedemikian rupa sehingga ketika awak kabin bergerak maupun menyajikan makanan guna penumpang, bentuknya tidak berubah.

Busana dengan warna berpengaruh ungu ini memungut tenun Bali sebagai bawahan maupun aksen guna atasan. Perkawinan sekian banyak budaya dalam satu busana ini bukan tanpa alasan.

“Indonesia tersebut ada ribuan pulau. Kekayaan kebiasaan banyak. Ada keragaman di sini, keragaman ini guna dirayakan bukan disamakan,” kata dia ketika konferensi pers di Tribrata, area Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (14/10).

Untuk seragam awak kabin pria, Didiet memungut siluet beskap atau busana tradisional lelaki dari Jawa Tengah. Bagi memberikan kesimpulan antara seragam wanita dan laki-laki, kerah tinggi juga digunakan di jas pria.

Dia mencantumkan unsur tenun pada unsur pocket square yaitu lurik hasil karya perajin tenun di Klaten, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Meski Garuda Indonesia identik dengan warna biru dan putih, seragam rancangan Didiet tidak bersentuhan dengan kedua warna ini. Bahkan warna seragam ini cukup bertolak belakang dari seragam-seragam awak kabin yang telah ada sebelumnya. Warna ungu jadi palet warna yang mendominasi set seragam. Berdasarkan keterangan dari Didiet, peluncuran seragam bertepatan dengan musim gugur/musim dingin menurut keterangan dari kalender fashion internasional.

“Kalau di Ikat kami menyebutnya purnama. Kami hendak menunjukkan elegansi, keanggunan. Warna ungu memancarkan apa yang hendak kami buat,” katanya.

Kali kesatu

Didiet menyatakan ini kali kesatu dirinya merancang seragam guna awak kabin pesawat. Proses kreatif pun tergolong kilat yakni melulu lima bulan. Mulai dari desain, presentasi, pembuatan sampai perubahan-perubahan berhubungan masalah keamanan.

Lebih lanjut lagi dia menyatakan keamanan sehubungan dengan tugas-tugas awak kabin sekitar penerbangan. Dia memberikan misal sempat ada evolusi di unsur lengan seragam awak kabin wanita.

“Awalnya saya hendak lengan yang lebar, namun kan tersebut enggak boleh. Kalau dia menyajikan makanan nanti dapat masuk, dapat masalah dengan kebersihan. Lalu si kain bawahannya masih dapat dipakai pas emergency. Kelihatannya kain tersebut susah digunakan buat jalan, namun ada karet di dalam jadi dapat buat lari,” jelasnya.

Dia menambahkan rancangannya bakal terbang guna kesatu kali pada Rabu esok dalam penerbangan Jakarta-Denpasar.

“Saya mengapresiasi presentasi tersebut, kemudian kami pilih. Desainnya,warnanya, satu lagi, bahwa Didiet desainer yang menyimak UKM. Kami 10-20 persen mengoreksi desain. Dan berikut hasil karya didirt guna Garuda Indonesia,” kata I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Dirut Garuda Indonesia