David Simelane, Pembunuh yang Mengumpulkan Seluruh Mayat di Hutan

David Simelane, Pembunuh yang Mengumpulkan Seluruh Mayat di Hutan

David Simelane, Pembunuh yang Mengumpulkan Seluruh Mayat di Hutan

David Simelane, Pembunuh yang Mengumpulkan Seluruh Mayat di Hutan

Pada 24 Maret 2011, pengadilan tinggi Swaziland menghukum seorang pembunuh berantai legendaris di negara tersebut. David Thabo Simelane, dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan pembunuhan. Dia dibebaskan pada enam hukuman setelah menghabiskan 10 tahun dalam tahanan tanpa persidangan yang terlalu berlarut-larut. SenjaQQ

Hakim Pengadilan Tinggi Jacobus Annandale mendasarkan putusan bempernya yang setebal 232 halaman pada pernyataan pengakuan yang dibuat Simelane kepada mendiang Hakim Manzini Charles Masango dan mantan Hakim Manzini Nkosinathi Nkonyane setelah penangkapannya pada bulan April 2001 di Nhlangano.

Simelane lahir pada tahun 1956. Sejak remaja, ia tidak ingin melanjutkan sekolah dan hidup dalam kehidupan jalanan yang kejam. Simelane sebelumnya telah dihukum atas tuduhan pemerkosaan dan perampokan sejak tahun 1976.

Ia dipenjara karena pemerkosaan pada tanggal 23 Juni 1993 dan dibebaskan pada tahun 1999. Akan tetapi, ia mengklaim bahwa ia tidak memperkosa siapa pun. Pembalasan atas hukuman pemerkosaan kemudian dinyatakan sebagai motif pembunuhan tersebut.

Dari sekitar 1999 hingga 2001, Simelane membunuh wanita dan membuang tubuh mereka di dalam dan sekitar hutan Malkern, di luar Manzini. Dia ditangkap di Nhlangano pada 25 April 2001 setelah mendapat informasi. Dia kemudian memimpin polisi ke mayat 45 orang, di antaranya adalah beberapa wanita hamil, yang ditemukan di kuburan dangkal.

Simelane dilaporkan akan memikat para wanita ke hutan dengan prospek kerja dan kemudian membunuh mereka. Simelane mengakui bahwa sebagian besar korbannya telah dicekik hingga meninggal dunia, namun ada juga yang ditikam.

Simelane membunuh para korbannya untuk balas dendam setelah sebelumnya dihukum karena memperkosa seorang wanita, kata Hakim Pengadilan Tinggi Jacobus Annandale. Dalam laporan tersebut pembunuhan terjadi karena pada aksi kriminal sebelumnya, ia bersikukuh bahwa tidak memerkosa seorang gadispun. Kekecewaan terhadap wanita di sekitarnya makin memuncak setelah nama baiknya tercemar dan diidentifikasi sebagai pemerkosa dan predator.

Simalane juga mengaku telah merampok wanita yang sama tetapi dia mengatakan bahwa dia diperlakukan secara kasar dan tidak adil dengan juga salah dihukum dan dipenjara karena telah memperkosa wanita yang sama, karena itu dia membalas dendam, Atas semua tindakannya. Simalane menerima vonis hukuman mati pada 1 April; 2011