Corona, Pemerintah Diminta Perketat Turis Wuhan Masuk ke Indonesia

Corona, Pemerintah Diminta Perketat Turis Wuhan Masuk ke Indonesia

Corona, Pemerintah Diminta Perketat Turis Wuhan Masuk ke Indonesia

Corona, Pemerintah Diminta Perketat Turis Wuhan Masuk ke Indonesia

Virus corona kala ini seakan jadi momok bagi publik dunia pasca kemunculan pertamanya di Kota Wuhan, China. Berbagai negara telah menghentikan kala penerbangan ke Kota Wuhan, juga Indonesia melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Pengamat Pariwisata Asnawi Bahar berasumsi penanganan virus corona harus ditindaki secara nyata-nyata dikarenakan bisa berdampak pada keselamatan penduduk Indonesia.

Oleh karenanya, ia berharap Pemerintah RI bisa bersikap tegas bersama dengan memulangkan warga China asal Wuhan yang kala ini berada di Indonesia. Langkah ini disebutnya telah dilakukan oleh negara tetangga kita, Filipina.

“Kita harus laksanakan pengawasan ketat arus masuk (wisatawan), khususnya dari China atau lebih khusus dari Wuhan. Dan yang terlihat sebaiknya dilarang, khususnya ke China atau Wuhan. Warga negara China atau Wuhan yang tersedia di RI harus diperiksa dan dipulangkan, serupa layaknya yang dilakukan Filipina yang telah memulangkan wisatawan asal Wuhan,” ujarnya  Ludoqq Domino99.

Mantan Ketua DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) pun menilai, Pemerintah RI untuk kala harus membuat travel warning ke Kota Wuhan di China yang jadi asal muasal virus corona ini.

Lebih lanjut, ia mengatakan, isu mewabahnya virus corona belum amat berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia, khususnya dari Tiongkok.

Namun, Asnawi mengingatkan sehingga penduduk dan Pemerintah Indonesia konsisten berhati-hati ke depannya lantaran penyebaran virus corona ini terjadi belum begitu lama.

“Kasus baru satu bulan ini, akan ketahuan bulan depan. Namun negara harus hati-hati menyikapi ini. Keselamatan rakyat juga harus jadi prioritas,” imbuh dia.

Virus Corona Merebak, Lion Air Alihkan 2 Penerbangan Rute Bali-Wuhan

Maskapai penerbangan Lion Air, mengambil sebagian langkah tentang penerbangan ke Wuhan China seiring merebaknya Virus Corona.

Ini khususnya layanan penerbangan internasional dari Indonesia, rute Denpasar – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali (DPS) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, China.

“Sesuai bersama dengan pemberitahuan formal otoritas setempat (notam) di Wuhan, bahwa standing bandar udara kala ini hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival), untuk keberangkatan (departure) tidak mempunyai penumpang dan juga sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing),” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Sabtu (24/1/2020).

Lion Air menyampaikan bahwa Penerbangan Denpasar – Wuhan beroperasi 24 dan 26 Januari 2020 hanya pemulangan bersama dengan mempunyai tamu atau penumpang yang tetap berada di Bali.

Penerbangan Wuhan – Denpasar sebagai ferry flight yaitu hanya mempunyai kru dan tidak melayani tamu atau penumpang

Penerbangan Denpasar – Wuhan mengalami perubahan direncanakan jadi rute Denpasar ke Changsa – Bandar Udara Internasional Huanghua, Hunan, Republik Rakyat Tiongkok.

Untuk pertumbuhan lebih lanjut dan teranyar mengenai rute dimaksud, akan disampaikan kemudian. Perubahan dan pembatalan penerbangan merupakan implementasi dan langkah preventif pada penyebaran penyakit pneumonia berat di Wuhan.

“Upaya pencegahan pada penerbangan internasional juga berlaku dari dan ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL),” kata dia