Ciri Tanaman Tumbuhan Lumut Beserta Klasifikasi Kelasnya

Ciri Tanaman Tumbuhan Lumut Beserta Klasifikasi Kelasnya

Ciri Tanaman Tumbuhan Lumut Beserta Klasifikasi Kelasnya

Ciri Tanaman Tumbuhan Lumut Beserta Klasifikasi Kelasnya

Ada tidak sedikit jenis makhluk hidup yang dapat kamu pelajari dalam Ilmu Biologi, selaku cabang ilmu yang mempelajari mengenai kehidupan organisme hidup di muka bumi. Kamu dapat mempelajari seluk beluk manusia, hewan, dan juga tumbuhan. Semakin anda mengenalnya, anda akan bertemu dengan hal-hal unik yang sebelumnya tidak pernah anda tahu.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Habitat

Ciri-ciri tanaman lumut dapat dilihat dari habitatnya. Lumut seringkali tumbuh di lokasi lembab laksana di lantai dasar hutan, di batang pohon, dinding sumur, tebing, kulit kayu yang lembab, atau permukaan batu bata. Bahkan, lumut pun dapat tumbuh di dinding rumahmu yang kebetulan kelemahan asupan sinar matahari sampai-sampai keadaannya lembab. Tumbuhan lumut sangat suka dengan tempat-tempat lembab.

Ukuran

Tumbuhan lumut mayoritas berukuran kecil. Kebanyakan tidak hingga 1 atau 2 cm. Namun, sejumlah tumbuhan lumut ditemukan tumbuh sampai 20 cm.

Warna

Ciri-ciri tanaman lumut yang sangat kentara ialah warnanya. Tumbuhan lumut berwarna hijau sebab berisi klorofil yang dipakai untuk fotosintesis (autotrof) sehingga dapat memproduksi makanannya sendiri.

Pembuluh

Tumbuhan lumut tidak mempunyai pembuluh laksana xylem dan floem. Jaringan pengangkut lumut berupa jaringan empulur. Penyerapan air dilaksanakan oleh rizoid dengan teknik ambibisi, lantas didistribusikan ke semua bagian tubuh melewati proses difusi.

Dinding Sel

Ciri-ciri tanaman lumut ialah dinding selnya yang terdiri atas selulosa. Namun, dinding itu tidak diperkuat oleh lignin laksana pada tanaman darat pada umumnya.

Daun

Jika disaksikan dari kejauhan, mungkin anda akan memprediksi bahwa lumut tidak mempunyai daun seperti banyak sekali tumbuhan. Namun, daun tanaman lumut tersusun atas selapis sel berukuran kecil, sempit, panjang, serta berisi kloroplas yang tersusun laksana jala.

Lapisan Pelindung

Tumbuhan lumut memiliki lapisan pelindung berupa kutikula dan gametangia. Dua lapisan itu berupa lapisan berlilin yang bermanfaat untuk menyangga masuknya air. Di samping itu, lapisan tersebut pun mampu meminimalisir penguapan.

Akar

Meski tanaman lumut banyak sekali tumbuh di permukaan vertikal, tetapi lumut tetap mempunyai akar. Akar lumut berupa rizoid alias akar semu yang terdiri atas sejumlah lapis sel parenkim yang berbentuk serabut laksana benang. Akar itu berperan guna melekatkan lumut pada permukaan yang ditumbuhi.

Sel Kelamin

Ciri-ciri tanaman lumut selanjutnya ialah sel kelamin. Sperma tanaman lumut diproduksi oleh anteridium. Sedangkan ovum diproduksi oleh arkegonium.

Klasifikasi Kelas Tumbuhan Lumu

Kelas Hepaticopsida (Lumut Hati)

Kamu dapat melihat lumut hati di lokasi yang basah. Struktur tubuh lumut hati berupa higromorf. Ada pun yang hidup di tempat-tempat yang paling kering, laksana di kulit pohon, di atas tanah, atau batu cadas sampai-sampai tubuhnya berstruktur xeromorf.

Kelas Anthoceropsida (Lumut Tanduk)

Anthocerotales (lumut tanduk) biasa hidup melekat di atas tanah dengan perantara rizoidnya. Lumut yang satu ini punya talus yang simpel dan melulu punya satu kloroplas pada tiap selnya.

Kelas Bryopsida (Lumut Sejati)

Lumut sejati pun disebut dengan lumut daun. Kurang lebih terdapat 12 ribu jenis lumut daun yang terdapat di bumi. Lumut daun dapat tumbuh di tanah-tanah gundul yang secara periodik merasakan kekeringan, di atas pasir bergerak, salah satu rumput-rumput, di atas batu cadas, batang pohon, di rawa-rawa, dan tidak banyak yang ada di dalam air.