Cerita Warga Banyuwangi Datangi Istana Bogor Tagih Janji Jokowi

Cerita Warga Banyuwangi Datangi Istana Bogor Tagih Janji Jokowi

Cerita Warga Banyuwangi Datangi Istana Bogor Tagih Janji Jokowi

Cerita Warga Banyuwangi Datangi Istana Bogor Tagih Janji Jokowi

LudoQQ Poker Galaxy
Warga Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mengunjungi Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/12/2019).

Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 hari dengan teknik naik bus, keenam perwakilan penduduk Dusun Pancer ini bercita-cita bisa bertemu langsung dengan Jokowi yang suka keliling dan menyapa warga di dekat istana pada akhir pekan.

Kemudian, mengadu langsung dan menyerahkan sepucuk surat dan mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan sertipikat tanah yang ditempati penduduk Dusun Pancer.

Miswati di antara warga Dusun Pancer mengungkapkan, kedatangannya ke Bogor sebagai upaya menagih janji Jokowi pada ketika kampanye di Banyuwangi. Saat itu, Jokowi berjanji akan mengeluarkan sertipikat tanah yang ditempati warga semenjak tahun 1974. Bahkan terdapat yang telah jauh sebelumnya.

“Pak Jokowi pernah menjanjikan masa-masa kampanye di Banyuwangi. Waktu tersebut Pak Jokowi berucap ‘kita mau mohon sertifikat yang di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Yang dijanjikan Pak Jokowi gitu. Ya ya ya. Bilangnya tiga kali,” kata Miswati didatangi depan Istana Bogor, Minggu (1/12/2019).

Miswati mengaku andai dia dan penduduk Dusun Pancer lainnya sudah berjuang sudah lebih dari 10 tahun mengurus sertipikat tanah, tetapi sampai kini belum terdapat hasilnya.

“Kami wis ngurusi, tapi kok gak enek tembusannya blas. Neng pemerintah tersebut gimana,” ucap Miswati.

Sementara itu, Sarjono menjelaskan, tanah seluas 29,2 ribu hektare yang dihuni selama 3.000 kepala family (KK) atau tidak cukup lebih 6.000 jiwa itu, akan dipakai tambang emas yang berdampingan dengan pantai yang familiar dengan keindahan alamnya.

“Mau ditambang di sebelahnya, tambang emas. Jadi anda ke sini gak inginkan bahwa tersebut sudah kami tempati sekitar ini,” ungkapnya.

Di samping Dusun Pancer, minimal ada tiga tempat lalinnya yang bakal terkena ekspansi tambang emas, yaitu Salakan, Gondorewo dan Lompongan.

“Yang ditambang sebelumnya telah lama. Mau diperluas kena di belakang lokasi tinggal kita. Ya tidak mau,” ujar Sarjono.

Situasi Memanas

Semetara itu, Gito Rolis penduduk Dusun Pancer lainnya mengungkapkan, situasi dan keadaan di Dusun Pancer sudah semenjak satu bulan terakhir ini memanas. Ada kekhawatiran penduduk pemukiman warga hilang dari peta Banyuwangi seiring adanya ekspansi area penambangan emas dari Bukit Tumpak Pitu ke Bukit Lompongan dan Bukit Salakan.

“Perusahaan tambang berjuang mendekat ke arah pemukiman dengan teknik mengeksplorasi Bukit Lompongan dan Bukit Salakan, dan tersebut sangat dekat dengan lokasi kami berada,” beber Gito Rolis.

Sebelum mengunjungi Istana Bogor, perwakilan warga pun sempat mengunjungi Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kita kemarin dari KLHK mengadukan kegiatan tambang yang berjuang untuk mengeruk lahan kita. Yang anda khawatirkan akibat lingkungan di situ,” kata dia.

Warga cemas limbah, debu, akibat lingkungan lainnya mengusik ketenangan dan kesejahteraan masyarakat yang beberapa besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

LudoQQ Poker Galaxy

Rencananya, penduduk Banyuwangi tersebut akan bertahan di Bogor hingga dapat bertemu dengan Jokowi. Mereka bakal kembali ke Banyuwangi, sesudah aspirasinya hingga langsung ke Jokowi.