Cegah Virus Corona dengan Masker Bedah Dinilai Kurang Efektif Benarkah?

Cegah Virus Corona dengan Masker Bedah Dinilai Kurang Efektif Benarkah?

Cegah Virus Corona dengan Masker Bedah Dinilai Kurang Efektif Benarkah?

Cegah Virus Corona dengan Masker Bedah Dinilai Kurang Efektif Benarkah?

PESIARQQ – Penggunaan masker bedah untuk menangkal infeksi sekarang sangat populer di tidak sedikit negara di dunia, khususnya di China yang ketika ini dilanda wabah Virus Corona

Meskipun telah ada sejumlah bukti yang mengindikasikan bahwa masker bedah dapat menolong mencegah penularan dari tangan ke mulut, seorang berpengalaman virologi menuliskan bahwa ia skeptis mengenai keefektifan pemakaiannya dalam menghindari virus di udara.

Seorang konsultan berpengalaman virus, di Cambridge University, Dr Chris Smith mengatakan untuk RNZ bahwa ,”Saya pikir terdapat bukti terbatas guna keefektifan, namun saya tentu tidak akan mengajak orang guna tidak menggunakan masker itu bila mereka mau”.

Pertama kali diperkenalkan ke lokasi tinggal sakit pada akhir abad ke-18, masker bedah tidak mengerjakan transisi ke pemakaian umum hingga wabah flu di Spanyol pada tahun 1919 silam yang menghasilkan korban jiwa lebih dari 50 juta orang.

Fungsi Sebenarnya

Seorang dokter dari St George’s, University of London, Dr. David Carrington, “masker bedah rutin guna publik bukan perlindungan yang efektif terhadap virus atau bakteri yang diangkut di udara”, yang merupakan teknik “sebagian besar virus” ditularkan, sebab mereka terlampau longgar, masker bedah pun tidak mempunyai saringan udara dan tidak mempedulikan mata terbuka.

Namun masker bedah disebutkan dapat menolong menurunkan risiko penularan virus melewati “percikan” dari bersin atau batuk dan menyerahkan perlindungan terhadap transmisi tangan-ke-mulut.

Sebuah studi pada tahun 2016 kemudian dari New South Wales, Australia, pun mengatakan bahwa orang menyentuh wajah mereka selama 23 kali dalam satu jam.

Dimulai Dari Langkah Sederhana

Dr Connor Bamford, dari Wellcome-Wolfson Institute untuk penyembuhan eksperimental, di Queen’s University Belfast, menuliskan bahwa dengan merealisasikan langkah- langkah kesucian yang simpel akan jauh lebih efektif.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Selandia Baru, Dr. Ashley Bloomfield pun mengingatkan bahwa, “Menutup mulut ketika bersin, membasuh tangan, dan tidak menempatkan tangan ke mulut sebelum di cuci, dapat menolong membatasi risiko terpapar virus pernapasan”.

Namun, ia pun mengatakan bahwa masker (pelindung) wajah tidak terlampau efektif guna melawan virus.

Ia juga mengatakan, “Anda dapat memakai masker (pelindung) wajah andai Anda mau, tetapi sebetulnya tidak terdapat perlindungan dan bahan pokok untuk menangkal infeksi yang terdapat dalam influenza dan virus pernapasan lainnya”, katanya.

Ia pun menambahkan bahwa langkah kesucian yang umum pun bisa membantu.

“Itu ialah kebiasaan membasuh tangan, etiket sosial yang baik, isolasi sosial dan etiket batuk dan bersin”, kata Dr. Ashley Bloomfield.