Cegah Anemia, Penuhi Energi Anak dengan Konsep Isi Piringku

Cegah Anemia, Penuhi Energi Anak dengan Konsep Isi Piringku

Cegah Anemia, Penuhi Energi Anak dengan Konsep Isi Piringku

Cegah Anemia, Penuhi Energi Anak dengan Konsep Isi Piringku

Masa tumbuh kembang anak harus kaya nutrisi dan penuh gizi. Sebab dalam jangka panjang, tumbuh kembang anak yang baik akan mempengaruhi kualitas mereka di masa depan. Anak juga jadi tak rentan sakit dan terhindar dari anemia.

Menurut data Riskesdas 2018, satu dari tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun tercatat mengalami anemia. Dan menurut penelitian Grantham-McGregor S pada 2010, 50-60 persen kejadian anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi. Daftar di sini

Dalam webinar bersama PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) tumbuh kembang anak yang baik bisa mendukung mereks mencapai cita-cita masa depan. Terlebih, saat ini anak-anak butuh bantuan dalam mengatasi tantangan kesehatan seperti kondisi kekurangan zat besi.

“Kami ingin membantu orang tua memenuhi kebutuhan zat besi serta nutrisi penting lainnya untuk anak dan menghindarkan mereka dari dampak jangka panjang kekurangan zat besi. Tentunya dengan kombinasi zat besi dan vitamin C dalam rasio molar yang telah disesuaikan untuk memberikan asupan zat besi kepada anak dan memastikan asupan tersebut dapat terserap dengan optimal,” kata Marketing Manager SGM Eksplor dalam webinar SGM Eksplor Pro-gress Maxx dengan IronC, baru-baru ini.

Anak juga bisa melengkapi nutrisi penting lainnya seperti minyak ikan, Omega 3 & 6, tinggi protein, kalsium, Vitamin D, serat pangan, dan zinc. Hal senada juga diungkapkan oleh Ahli Gizi dan President of Indonesian Nutrition Association (INA), yang adalah seorang Dokter Spesialis Gizi Klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK. Ia menjelaskan bahwa kekurangan zat besi dapat menyebabkan anak kurang konsentrasi dan fokus, serta sulit bersosialisasi.

“Kekurangan zat besi pada anak berpotensi menghambat pertumbuhan kognitif, motorik, sensorik, dan sosial anak. Jika tidak ditangani secara tepat, dampaknya bisa jadi permanen. Hal ini dapat dicegah dengan memberikan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, hati, ikan, ayam, bayam, dan susu. Selain itu memberikan makanan yang mengandung vitamin C juga penting untuk mendukung penyerapan zat besi,” jelas dr. Luciana.

Berdasar itu, salah satunya, dr. Luciana memberikan konsep agar anak-anak bisa tetap tumbuh kembang dengan penuh energi dan zat gizi. Caranya yakni dengan konsep ‘Isi Piringku’. Bagaimana caranya?

Bagi piring menjadi tiga bagian. Pertama dengan 30 persen sayuran dan buah 35 persen lauk dan 35 persen makanan pokok yang terdiri dari karbohidrat.

“Kalau si kecil sudah kegendutan jangan berikan makanan terlalu banyak. Penuhi gizi seimbang dengan konsep Isi Piringku. Sebab makanan yang dikonsumsi anak menjadi energi untuk pertumbuhan. Dan kurang energi membuat anak menjadi malas main kurang aktif da lesu,” katanya.

“Dan, ingat, para ibu jangan terlalu cepat-cepat ingin anaknya cepat besar malah dikasih porsi banyak sekali. Belum tentu bisa dihabiskan. Sesuaikan porsi seperti lambung anak,” tuturnya.

Selain nutrisi, edukasi dan stimulasi untuk anak tidak kalah penting untuk mendukung anak menjadi generasi maju. Tentunya tak hanya nutrisi, namun juga akses edukasi untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.