Canberra Jadi Kota Pertama Australia yang Legalkan Ganja

Canberra Jadi Kota Pertama Australia yang Legalkan Ganja

Canberra Jadi Kota Pertama Australia yang Legalkan Ganja

 

Canberra Jadi Kota Pertama Australia yang Legalkan Ganja

Agodapoker Poker Legenda Beberapa penduduk Australia akan mendapatkan izin guna mempunyai ganja. Izin diserahkan menurut aturan teranyar yang diabsahkan pada Rabu (25/9) masa-masa setempat.

Sebelumnya, kepemilikan ganja sudah dilarang di sejumlah negara bagian. Namun, Canberra, sebagai ibu kota negara, melangkah lebih jauh dengan melegalkan ganja untuk pemakaian pribadi. Canberra menjadi kota kesatu di Australia yang melegalkan pemakaian ganja guna personal.

Izin diserahkan pada penduduk yang berusia di atas 18 tahun. Mereka diizinkan mempunyai ganja sampai 50 gram dan menempatkan 2-4 tumbuhan mariyuana di rumahnya.

Chief Minister Australian Capital Territory, Andrew Bar menuliskan bahwa larangan tak lagi menjadi kepandaian yang efektif.

“Pendekatan yang meminimalkan bahaya menyerahkan hasil yang lebih baik untuk individu dan masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, sebanyak negara beramai-ramai melegalkan pemakaian ganja, baik untuk kebutuhan medis ataupun rekreasi. Beberapa negara pun bahkan sudah mengembangkan industri ganja medis.

National Institutes of Health (NIH) menuliskan, ganja telah dipakai untuk mengobati penyakit semenjak 3 ribu tahun lalu. Cannabidiol, senyawa aktif dalam ganja, pun telah diamini sebagai obat untuk sejumlah kasus epilepsi.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2017 mengejar bahwa pemakaian Cannabidiol meminimalisir intensitas kejang pada anak pengidap epilepsi dengan sindrom dravet.

Kejang ini umumnya dilangsungkan lama, berulang, dan berpotensi mematikan. Faktanya, 1 dari 5 anak-anak dengan sindrom dravet tak menjangkau usia 20 tahun.

Kendati diandalkan ampuh, tetapi pemakaian Cannabidiol menyerahkan efek samping yang lumayan besar. Sebanyak 9 dari 10 anak yang diobati dengan Cannabidiol dalam penelitian merasakan efek samping berupa muntah, kelelahan, dan demam.

Mengutip Medical News Today, ganja diandalkan dapat menolong penyembuhan pelbagai jenis penyakit. Cannabidiol dinamakan efektif dalam menghilangkan rasa sakit kronis.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychology Review pun menemukan ganja dapat menolong orang dengan ketergantungan alkohol dan opium guna melawan kecanduan.

Walaupun sejumlah riset telah membuktikan guna kesehatannya, pemakaian dan legalisasi ganja tetap memunculkan kontra.

Sebuah pembahasan yang dipublikasikan dalam jurnal NCBI menyoroti sifat adiktif yang dipunyai ganja. Data menunjukkan, selama 10 persen dari pemakai ganja merasakan kecanduan. Angka itu lebih tinggi terjadi pada kalangan remaja.

“Meski tak melebihi sifat candu opium, namun anggapan yang berkembang di kalangan remaja bahwa ganja tak mempunyai sifat adiktif ialah salah,” tulis pembahasan tersebut.

Di samping itu, ganja juga dilafalkan menjadi salah satu hal risiko skizofrenia dan penyakit psikotik lainnya. Risiko gangguan psikotik makin besar ketika ganja dipakai oleh seseorang berusia remaja.

BACA JUGA :

6 Barista Kopi Terbaik Sedunia, Siapa Saja Mereka?