Bukan Selandia Baru Tapi Kiwi Berasal dari Negara China

Bukan Selandia Baru Tapi Kiwi Berasal dari Negara China

Bukan Selandia Baru Tapi Kiwi Berasal dari Negara China

 

Bukan Selandia Baru Tapi Kiwi Berasal dari Negara China

Ketika ditanya dari mana asal buah kiwi, mayoritas orang pasti membalas Selandia Baru. Tak heran, nama ini seringkali dikaitkan dengan Selandia Baru yang menjadi Negeri Kiwi – yang sebenarnya merujuk pada fauna –

Tapi tahukah kita bahwa sebetulnya Selandia Baru bukanlah negara bermunculan buah kiwi. Kesalahpahaman ini berasal dari kenyataan bahwa Selandia baru ialah negara kesatu yang sukses mengembangkan buah kiwi komersial kesatu yang pantas untuk ekspor.

Lalu dari mana asal kiwi? Jawabannya ialah China. Kiwi, dikenal pun sebagai gooseberry China.

“Kiwi ialah buah pribumi China, namun melulu sedikit yang tahu itu,” kata agronom dan peneliti Italia Ottavio Cacioppo Mengutip pokerace99 pkr.

Ottavio ialah orang yang mengenalkan kiwi ke Italia selama 50 tahun lalu.

“China menempatkan kiwi jauh sebelum Selandia Baru tahu apa itu, namun masalahnya ialah bahwa sampai sejumlah tahun yang kemudian tak terdapat data sah tentang buatan China, jadi tak terdapat yang benar-benar punya cerminan yang jelas. Jadi tersebut sebabnya orang jadi ‘sesat’ dan beranggapan bahwa kiwi bermunculan di Selandia Baru.”

Fakta menarik lainnya ialah ternyata buatan kiwi di Selandia Baru masih kalah dengan Italia. Selandia Baru sedang di posisi ketiga dan Italia sedang di posisi dua penghasil kiwi terbesar dunia.

Di tahun 1971, Cacioppo mengenalkan tanaman kiwi kesatu ke Italia saat ia menggali tanaman pilihan yang sesuai untuk meremajakan ekonomi pedesaan di unsur selatan negara yang lebih miskin.

“Sepintas tersebut bukan buah yang indah, namun begitu dibelah, rasanya lezat dan paling bergizi,” kata Cacioppo.

“Saya jatuh cinta pada pandangan kesatu.”

Ternyata tumbuhan kiwi ini tumbuh sumbur di tanah bekas rawa yang kini disebut Pontine Plains, terletak antara Roma dan Napoli. Tempat ini sempat dihindari karena dirasakan sebagai gurun yang sarat malaria.

Namun sesudah ‘dirawat’ area ini pulang menjadi kawasan hijau lokasi melimpahnya vegetasi dan kebun buah yang subur, tergolong kiwi.

Orang yang datang ke lokasi ini bahkan menjulukinya sebagai Little New Zealand.

“Ada iklim mikro eksklusif di sini yang optimal guna perkebunan kiwi,” kata Mauro Perpetuini, produsen lokal yang mempunyai 17 hektar tumbuhan kiwi.

“Kiwi Pontine terkenal sebab mempunyai sifat-sifat yang mengasyikkan indera: warna hijau sangat cerah, rasa sangat manis, dengan tingkat kepahitan halus yang menggoda lidah,” katanya.