Britney Spears Habiskan Rp 36 Miliar Untuk Bersenang-senang

Britney Spears Habiskan Rp 36 Miliar Untuk Bersenang-senang

Britney Spears Habiskan Rp 36 Miliar Untuk Bersenang-senang

Britney Spears Habiskan Rp 36 Miliar Untuk Bersenang-senang

Kebebasan mengelola keuangan yang diinginkan Britney Spears atas kekayaannya seperti sulit untuk dicapai dalam waktu dekat. Meski total aset Britney masih sangat mencengangkan, sekitar 59 Juta dollar Amerika Serikat atau Rp 847 miliar per tahun 2018, namun laporan media menemukan bahwa pemilik lagu “Toxic” ini juga memiliki pengeluaran yang luar biasa. Britney dikabarkan menghabiskan 2,5 Juta dolar atau setara 36 miliar hanya untuk berbelanja, makan, dan liburan.

Jumlahnya pengeluaran tersebut jelas mencengangkan dan setelah diteliti pengeluaran sebesar 400 ribu dolar yang terdaftar dalam pengeluaran Britney Spears, dihabiskan untuk belanja di toko favorit pilihannya, Target. Dokumen keuangan Britney juga mendata ada lebih dari 80 perjalanan berbeda ke raksasa ritel tersebut sepanjang 2018. Banyak saksi mata mengatakan ada banyak penampakan Britney di banyak lokasi langganannya selama bertahun-tahun.

Toko-toko pilihannya Britney lain adalah Ralphs dan Home Depot. Secara total, Britney menghabiskan lebih dari 66 ribu dolar untuk perlengkapan rumah tangga. Britney juga suka suka bepergian, dan dokumen-dokumennya menyatakan bahwa dia menghabiskan lebih dari 70 ribu dolar untuk biaya perjalanan tahun lalu, termasuk menginap selama 4 malam di Beverly Hills Montage pada bulan November yang harganya lebih dari 16 ribu dolar.

Britney juga menghabiskan lebih dari 1 juta dolar untuk makanan yang dibayar oleh konservatori dan penasihat manajemen kasus, termasuk ayah Jamie Spears. Biaya yang tercantum tidak termasuk waktu Britney yang dihabiskan di fasilitas kesehatan mental dari awal tahun ini.

Semua pembayaran yang dibayarkan kepada para penasihat, serta seluruh manajemen konservatori Britney, akan ikut berperan saat penyelidikan atas kasus penyanyi berlanjut. Seperti lapor sebelumnya, hakim di konservatori Britney telah memerintahkan penyelidik khusus untuk melihat semua sudut dan aspek situasi, karena Britney telah meminta kebebasan tertentu atas kekayaannya. Ayah Britney membentuk konservatori untuk mengelola keuangan Britney padang tahun 2007 setelah Britney mengalami tekanan mental untuk pertama kalinya.