Bocah Ini Diberi Uang Saku Saat Pulang Sekolah Jadi 2 Kali Lipat

Bocah Ini Diberi Uang Saku Saat Pulang Sekolah Jadi 2 Kali Lipat

Bocah Ini Diberi Uang Saku Saat Pulang Sekolah Jadi 2 Kali Lipat

Bocah Ini Diberi Uang Saku Saat Pulang Sekolah Jadi 2 Kali Lipat

Agodapoker Domino99 – Ketika anak mulai bersekolah tanpa ditemani orang tuanya, biasanya mereka sudah dibekali duit jajan.

Jadi, perumpamaan ada tambahan pelajaran atau ekstrakurikuler, orang tua tidak harus membawakan bekal gara-gara anak mampu membeli makanan atau minuman sendiri di kantin sekolah.

Setiap anak tentu saja memiliki jumlah duit jajan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kekuatan orang tua.

Namun apa jadinya kalau jumlah duit jajan yang diberikan orang tua malah menjadi dua kali lipat waktu sang anak pulang ke rumah.

Hal itulah yang beru-baru ini dialami oleh seorang ibu bernama Puan Hasmi Samsuddin.

Lewat kisah yang dibagikan di Facebook, ia mengaku kebingungan bersama duit jajan anaknya yang baru dua hari bersekolah. Sebab, duit jajan yang diberi saban pagi, jumlahnya jadi tambah dua kali lipat waktu anaknya pulang.

Hasmi lebih-lebih sempat mengira bahwa sang anak menyita duit temannya.

Ibu asal Malaysia ini bercerita bahwa anaknya diberi jajan duit sebesar 2 ringgit, tetapi waktu pulang ke rumah uangnya menjadi 4 ringgit. Lantas dari mana datangnya tambahan 2 ringgit?

” Bu, dimana celengan saya?” bertanya sang anak.

” Untuk apa anda mencari celengan?” jawabnya.

” Saya mendambakan menghemat uang,” balas sang anak sambil menunjukan uangnya.

” Dari mana anda mendapatkan duit itu?” bertanya sang bu penasaran.

” Kan ibu yang memberikannya kepada saya,” jawab sang anak.

” Ibu cuma memberimu 2 Ringgit, kenapa sekarang menjadi 4? Apakah anda menyita duit teman?” bertanya sang ibu penasaran.

” Tidak, saya tidak menyita duit siapapun, saya cuma berjualan belalang,” tutur bocah SD nan imut tersebut.

Namun bocah itu selamanya terima pukulan dari sang ibu lantaran Puan sudah terlanjur jengkel.

” Saya mengirim putra saya ke sekolah untuk belajar, bukan menjual belalang. Tanpa alasan dia terima pukulan dariku,” tulis Puan.

Memang mampu dipahami kalau Puan Hamsi dapat mulai kesal, tetapi tak ada yang tahu, bagaimana kalau anak itu menangkap belalang waktu jam istirahat?

Lagipula ia tidak menggunakan duit sakunya, yang bermakna ia tidak makan sepanjang berada di sekolah.

Dan tak mampu dipungkiri bahwa hal yang bocah itu lalukan cukup cerdas untuk anak berusia 7 tahun, yang terhadap selanjutnya mampu dikembangkan menjadi pola pikir bisnis yang benar-benar fungsional.

Seorang bocah perempuan di Madura memicu netizen terenyuh. Dia tertangkap kamera tengah mengayuh sepeda dan berjualan gorengan hingga larut malam.

Video bocah itu menjadi perbincangan netizen sehabis diunggah oleh pemilik account Facebook. Bahkan ada netizen perlihatkan kemarahan terhadap orangtua si bocah yang membiarkannya berjualan hingga dini hari.

Dalam video itu, si bocah muncul berhenti dan sesenggukan dikala ditemui sejumlah pemuda di Jalan Samsul Arifin, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Merasa iba, salah satu pemuda tawarkan terhadap bocah itu untuk mengantarnya hingga tiba di rumah.

Tanpa menambahkan jawaban apapun, si bocah perempuan itu mengambil keputusan menggenjot sepedanya bersama kencang. Tak kuat, dia pun menepi. Melipat tangan, selanjutnya menangis.

Pemuda itu bersama teman-temannya mengambil keputusan mengikuti si bocah. Tiba di rumahnya, mereka seketika marah terhadap orangtua si bocah itu.

Orangtua bocah itu dinilai keterlaluan membebaskan lebih-lebih menyuruh anaknya untuk jualan gorengan malam hari. Yang lebih memicu kesal, ayah dan ibu si bocah malah muncul baru bangun tidur. Mereka sedap tidur, waktu anaknya harus menembus malam demi berjualan.

Pemuda itu selanjutnya secara tegas menghendaki orangtua itu sehingga tidak kembali menyuruh anaknya berjualan. Jika selamanya disuruh, dia mengancam melaporkan ke polisi.