Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

Blunder di Manchester United, Jadi Man of the Match di Tim Nasional

Absennya Manuel Neuer membuat laga di Mercedes-Benz Arena kemarin (4/9) dipenuhi kiper blunder. Baik dua nama di skuad Spanyol (David de Gea dan Kepa Arrizabalaga) maupun dari tuan rumah Jerman (Kevin Trapp dan Bernd Leno).

Penampilan terakhir De Gea masih dikenang sebagai salah satu penyebab kekalahan Manchester United oleh Chelsea di semifinal Piala FA musim lalu (20/7). Dalam laga itu, Kepa juga bukan yang mengawal mistar Chelsea. Lantaran kerap blunder, posisi Kepa digantikan Willy Caballero.pesiarqq pokercc

Bagaimana dengan Trapp? Musim lalu adalah musim pertamanya sebagai kiper permanen Eintracht Frankfurt setelah musim sebelumnya tampil lumayan sebagai pinjaman dari Paris Saint-Germain. Hanya, Eintracht adalah klub dengan kebobolan terbanyak di antara penghuni sepuluh besar klasemen Bundesliga 2019–2020 dan Trapp punya andil atas statistik negatif tersebut.

Leno paling merana. Meski tidak seblunder tiga kiper lainnya, Leno saat ini terancam tergusur sebagai kiper nomor satu Arsenal. Itu seiring performa gemilang Emiliano Martinez saat menggantikan Leno dalam 12 laga terakhir The Gunners musim lalu.

Bahkan, ketika Arsenal memenangi Community Shield pekan lalu (29/8), Emi-lah yang bermain. Bukan Leno.

Dalam laga kemarin, Trapp dan De Gea terpilih untuk bermain. Dan, penampilan De Gea menuai banyak pujian. Tujuh penyelamatan gemilang dicatat kiper 29 tahun tersebut.

Bukan hanya itu, De Gea juga tampil luwes saat memerankan libero-kiper. Pemilik 42 caps tersebut mencatat 80 persen akurasi operan (32 sukses dari 40 percobaan) dan diganjar predikat man of the match.

Padahal, masih ada Jose Gaya, bek kiri Spanyol, yang membuat La Furia Roja –sebutan Spanyol– terhindar dari kekalahan lewat gol pada menit keenam injury time.

’’Banyak yang begitu vokal ketika De Gea melakukan blunder. Saat tampil hebat, tentu dia harus diberi kredit tinggi,’’ puji entrenador La Furia Roja Luis Enrique seperti dilansir Marca.

Performa apik kemarin seolah menjadi penegasan De Gea bahwa dirinya masih layak berstatus penjaga gawang utama United. Musim ini posisi De Gea terancam seiring kembalinya Dean Henderson.

Dalam dua musim terakhir, Henderson tampil moncer sebagai kiper pinjaman di Sheffield United. Bahkan, statistik clean sheet Henderson di Premier League musim lalu lebih baik daripada De Gea (14 berbanding 13).