Bisa Dicoba Tumbuhan dari Papua Penangkal Corona Covid-19

Bisa Dicoba Tumbuhan dari Papua Penangkal Corona Covid-19

Bisa Dicoba Tumbuhan dari Papua Penangkal Corona Covid-19

Bisa Dicoba Tumbuhan dari Papua Penangkal Corona Covid-19

http://68.183.232.134 – Jayapura Pasien bersama tanda-tanda serupa corona covid-19 kebanyakan disertai bersama demam tinggi. Berbagai tanaman herbal di Papua, bisa redakan demam. Ramuan ini pun telah dikerjakan turun temurun dari nenek moyang di Papua.

Peneliti dari Universitas Cenderawasih, I Made Budi menyatakan daun Sampare salah satunya yang bisa menurunkan demam tinggi. Biasanya, penduduk hanya merebus daun ini dan minum air rebusannya dan demam pun menjadi menghilang.

Daun Sampare merupakan tumbuhan perdu, bersama tinggi 2-3 meter. Daun Sampare banyak dijumpai di Biak Papua dan tumbuh liar.

Masyarakat Papua biasa mengenal daun Sampare untuk mengobati penyakit malaria, obat tradisional Sampare telah dimanfaatkan turun-temurun dari nenek moyang penduduk lokal di Biak Papua.

Hal lainnya untuk mengobati tanda-tanda corona covid-19 termasuk bisa bersama madu yang mix bersama rumput laut.

“Karena virus karakter asam, jika madu di-mix bersama rumput laut, maka PH tubuh jadi netral dan kesempatan virus jadi melemah,” kata Made dikenal bersama penemu khasiat buah merah Papua.

budidaya rumput laut di Papua banyak terdapat di pesisir pantai, diantaranya di Kabupaten Biak Numfor, Kepulaun Yapen, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Nabire.

Daerah budidaya dikelilingi pulau-pulau, sehinggga terlindung dari ombak besar bersama laut yang tetap asli dan minim adanya pencemaran.

Dalam pengembangannya, bibit rumput laut diikat pada batu dan disebarkan pada area budidaya dalam posisi berjajar, untuk memelihara rumput laut dari predatornya maka digunakan jaring yang berfaedah sebagai pagar.

Lalu ada termasuk bersama budidaya tonggak dipancang yang saling berhadapan berjarak masing-masing 1,5 mtr. memenuhi area budidaya. Jarak tanaman bersama permukaan air laut diatur sedemikian rupa agar pada kala pakai surut paling rendah tetap selamanya berada di dalam air laut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum menyatakan untuk penyebaran corona covid-19 bisa dikerjakan bersama tingkatkan daya tahan tubuh.

Untuk tingkatkan imunitas, seseorang lebih disarankan untuk istirahat cukup. Termasuk konsumsi banyak sayur dan buah.

“Usahakan tak merokok, tak konsumsi alkohol, biasakan cuci tangan, olahraga tertata dan menyantap makanan bergizi. Dijamin kekebalan tubuh seseorang akan tetap membaik,” jelasnya.

Buah Merah Papua


Tanaman dari Papua lainnya dipercaya bisa tingkatkan imunitas atau daya tahan tubuh adalah buah merah Papua. Buah meah apalagi sering disebut sebagai multivitamin.

Kandungan tokoferol dan betakaroten yang benar-benar banyak, membuat minyak sari buah merah benar-benar diperlukan oleh tubuh manusia, dikarenakan punya kandungan berbagai macam vitamin dan mineral.

Peneliti Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto menyatakan sejak masa prasejarah, Suku Dani di Lembah Baliem telah konsumsi buah merah dan labu koteka. Keduanya dikonsumsi sehari-hari dan berfaedah sebagai obat.

Buah labu koteka oleh suku Dani digunakan sebagai obat tifus. Sedangkan buah merah terbukti bisa tingkatkan proses kekebalan tubuh dari penyakit, termasuk virus corona.

Buah merah oleh suku Dani disebut bersama kuansu atau nama ilmiahnya pandanus conoidus. Buah merah punya kandungan anti oksidan alami yang tinggi, serta berbagai vitamin dan zat layaknya karoten 12.000 ppm, bekaroten 700 ppm, tokoferol 11.000 ppm yang berperan aktif untuk tingkatkan stamina dan proses kekebalan tubuh.

Beberapa zat lain dalam buah merah diyakini bisa tingkatkan daya tahan tubuh, yaitu asam oleat, asam linoleat, dekanoat, omega 3 dan omega 9 yang sepenuhnya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

Buah merah bisa ditemukan dari dataran rendah sampai tinggi. Diperkirakan lebih dari 30 kultivar pandan buah bisa dijumpai di Papua, masing-masing bersama nama yang berlainan tiap karakter buah dan tiap daerah.

“Misalnya, buah merah asal Distrik Kelila, Lembah Baliem barat mempunyai nama lokal yang berlainan yang merujuk pada perbedaan ukuran, warna buah, warna daun, dan rasa, layaknya maler, ugi, oakelu, kenen, wona, kuambir, gepe, barugum, magari, werene dan baga,” kata Hari.

Olahan dari buah merah bisa dibikin sebagai pelengkap sayur dan salah satu unsur pelengkap dalam upacara kebiasaan bakar batu. Buah merah yang diekstraksi akan menghasilkan minyak yang digunakan untuk pewarna masakan, bahan kerajinan, serta pengobatan.

Peneliti dari Universitas Cenderawasih, I Made Budi menyatakan tidak cuman untuk meningkatan kekebalan tubuh manusia, buah merah termasuk mengobati penyakit kanker serta tumor ringan.

Kandungan zat tokoferol serta betakaroten pada buah merah benar-benar tinggi dan difungsikan sebagai antioksidan dalam tubuh kita.

DR Made membuat buah merah sebagai ekstrak minyak. Minyak dalam buah merah banyak termasuk dicari oleh penderita HIV/AIDS. Walau begitu, penderita HIV/AIDS mesti selamanya konsumsi ARV.

Pada buah merah Papua ditemukan zat lain layaknya Omega 3, Omega 9, asam linoleat, asam oleat, dan dekanoat yang berfaedah untuk melakukan perbaikan daya tahan tubuh dan termasuk untuk menghilangkan zat-zat radikal bebas yang terdapat di dalam tubuh manusia.