Berpengalaman Menghadapi Ebola Tenaga Medis di Kongo Terapkan Keahliannya Mengatasi Covid-19

Berpengalaman Menghadapi Ebola Tenaga Medis di Kongo Terapkan Keahliannya Mengatasi Covid-19

Berpengalaman Menghadapi Ebola Tenaga Medis di Kongo Terapkan Keahliannya Mengatasi Covid-19

Berpengalaman Menghadapi Ebola Tenaga Medis di Kongo Terapkan Keahliannya Mengatasi Covid-19

Ketika wabah virus korona baru COVID-19 menjadi menyebar keluar China, ada kekhawatiran pada kapabilitas negara-negara berkembang menghadapinya. Salah satu kawasan yang disorot adalah Afrika, mampukah negara-negara di sana menghadapinya?

Ternyata, negara di Afrika layaknya Republik Demokratik Kongo justru lebih siap. Penyebabnya? Mereka udah lebih-lebih dahulu hadapi wabah lainnya: virus ebola.

Ebola menjadi merebak pada Agustus 2018. Kongo udah melaporkan sebanyak 3.300 masalah positif ebola yang membuat lebih dari 2.200 orang meninggal. Tingkat kematian berikut adalah 66%. http://68.183.232.134

Kongo melaporkan tidak ada masalah positif ebola baru sejak 17 Februari 2020 alias 54 hari tanpa masalah baru. Kini, tenaga kesehatan di Kongo memakai pengalamannya hadapi ebola untuk melawan musuh baru: COVID-19.

Kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Kongo, melalui tweet yang udah disukai ratusan orang, menceritakan kisah para perawat di Kongo didalam menghambat terinfeksi ebola. Hingga hari ini Jumat (10/4), udah dilaporkan minimal 180 masalah positif Covid-19 di Kongo.

Video berikut menayangkan kisah seorang perawat bernama Esperance yang menceritakan sementara ebola merebak mereka tidak miliki banyak perlengkapan untuk menjaga diri supaya tidak terinfeksi. “Pada mulanya memadai berat bagi kami karena tidak ada barang yang bisa menjaga kami dari ebola” ujar Esperance.

Perlahan mereka berbenah dengan menyiapkan alat pertolongan diri lebih baik. Lalu pelajaran dari ebola yang paling penting adalah isolasi diri dan pentingnya ketersediaan pusat perawatan. “Jadi tanpa ada tenaga pakar pun kami tetap bisa menanganinya dengan sendiri.” tambah Esperance bangga.

Ebola adalah penyakit mematikan dengan wabah yang kerap terjadi, lebih-lebih di benua Afrika. Ebola paling lazim menyerang manusia dan primata layaknya monyet, gorila, dan simpanse. Nama virus ebola diambil dari wilayah ditemukannya pertama kali, yakni pada tahun 1976 di dekat Sungai Ebola di Kongo. Sejak itu, virus udah menginfeksi orang dari sementara ke waktu, yang membuat wabah di beberapa negara Afrika.

Virus ini diyakini singgah dari hewan yang lalu menginfeksi manusia. Kemudian, virus ini menginfeksi antar manusia melalui cairan tubuh layaknya keringat, darah, dan air liur. Cara paling efisien untuk menghambat virus ini pun mirip layaknya Covid-19, yakni dengan rutin membersihkan tangan dengan air dan sabun.

Orang yang terinfeksi bisa mengalami gejala didalam kurun sementara 2 hingga 21 hari sesudah kontak dengan virus. Pada mulanya gejala keluar layaknya demam, sakit dan nyeri, dan kelelahan namun lantas berkembang jadi diare dan muntah ketika penyakit jadi parah.

Virus ebola dikategorikan sebagai penyakit yang mematikan karena tingkat kematian umumnya masalah ebola lebih dari 50%. Dari 4 jenis virus ebola yang menjangkit manusia, baru ada 1 vaksin dinamakan ‘Ervebo’ yang bisa menghambat 1 jenis virus yakni zaire ebolavirus.