Bermain Luar Biasa Dominan, Inter Bantai Milan 3-0, Kukuh di Puncak

Bermain Luar Biasa Dominan, Inter Bantai Milan 3-0, Kukuh di Puncak

Bermain Luar Biasa Dominan, Inter Bantai Milan 3-0, Kukuh di Puncak

Bermain Luar Biasa Dominan, Inter Bantai Milan 3-0, Kukuh di Puncak

Inter Milan semakin kukuh di puncak klasemen sementara Serie A. Pada laga Derby della Madonnina di San Siro malam ini (21/2), Inter mambantai rival sekota AC Milan dengan skor 3-0.

Kemenangan ini membuat Inter mengoleksi 53 poin dan makin mantap di puncak klasemen. Inter memimpin empat poin atas AC Milan yang berada di peringkat kedua. Daftar di sini

Inter memulai pertandingan dengan sangat baik. Mereka bermain agresif, melakukan marking dengan ketat, dan terus menyerang.

Laga baru berlangsung lima menit, Inter sudah unggul 1-0. Sebuah umpan menyilang Romelu Lukaku berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh partnernya di lini depan Lautaro Martinez.

Pertandingan di babak pertama ini relatif berimbang. Milan unggul dalam penguasaan bola dengan 55 dibanding 45 persen. Namun, Inter lebih banyak melakukan tembakan yakni 9 dibanding 4 milik Milan. Tetapi, kedua tim sama-sama mencatat dua tembakan mengarah gawang.

Di awal babak kedua, Milan mendapatkan tiga peluang emas. Namun, semuanya dimentahkan oleh penyelamatan luar biasa yang dilakukan kiper Samir Handanovic.

Handanovic yang juga kapten Inter itu tampil dahsyat dengan mengeblok dua tandukan jarak dekat Zlatan Ibrahimovic dan tendangan keras gelandang Sandro Tonali.

Terus menyerang, Milan malah kebobolan gol kedua pada menit ke-57. Lewat sebuah skema serangan balik, umpan terobosan Christian Eriksen dikelola dengan bagus oleh Ivan Perisic.

Pemain tim nasional Kroasia itu lantas mengirimkan umpan pendek yang disambar cepat saja oleh Lautaro untuk menggandakan keunggulan I Nerazzurri.

Pada menit ke-65 Milan semakin tenggelam. Lukaku mencetak gol ketiga Inter lewat sebuah serangan balik yang dahsyat. Kecepatan, determinasi, dan kekuatan, serta kedahsyatan kaki kiri pemain timnas Belgia itu, tidak bisa ditahan oleh pertahanan Milan.

Milan yang sudah tertinggal 0-3, sampai akhir pertandingan tidak mampu untuk mencetak gol. Sebab, lini depan mereka dimatikan oleh pertahanan solid yang diperagakan oleh pasukan Antonio Conte.