Berikut Kerentanan Mobile Banking dan Antisipasinya

Berikut Kerentanan Mobile Banking dan Antisipasinya

Berikut Kerentanan Mobile Banking dan Antisipasinya

Berikut Kerentanan Mobile Banking dan Antisipasinya

Sejumlah bank di Indonesia menawarkan kemudahan bagi nasabahnya dalam bertransaksi. Salah satunya lewat layanan mobile banking atau mbanking di smartphone.

Tak cuma untuk bertransaksi, mobile banking juga memudahkan pengguna untuk sekadar mengecek saldo, membayar tagihan, dan bahkan untuk belanja online.

Namun, di balik kenyamanan yang di tawarkan sudah pasti ada kerentanan. Menurut Alfons Tanujaya, Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, keamanan dan kenyamanan berbanding terbalik.  Wukonqq Domino99

Dilema ini yang dihadapi oleh bank dalam menyediakan layanan perbankan online, khususnya mobile banking.

Jika layanan mobile banking mengutamakan keamanan, baik dalam membuka rekening dan melakukan transaksi mobile banking, bank bakal ada masalah dalam menjaring nasabah baru dibandingkan dengan bank kompetitor yang menekankan kemudahan di atas keamanan.

“Sebaliknya, kalau bank amat menekankan kemudahan dalam bertransaksi dan sisi keamanan kurang jadi perhatian, maka potensi eksploitasi rekening mobile banking oleh pihak yang tidak bertanggung jawab bakal amat tinggi dan menjadikan pemegang rekening online banking menjadi korban,” ucap Alfons menambahkan.

Internet Banking Diklaim Lebih Aman

Dibandingkan mobile banking, internet banking yang notabene kakak dari mobile banking, dapat dikatakan lebih aman.

Pasalnya, standar otorisasi transaksi finansial mutlak pada layanan internet banking umumnya mengharuskan OTP/One Time Password (password sekali pakai) dari kalkulator token internet banking.

Pengamanan OTP token juga ke dalam pengamanan transaksi OTP yang paling safe dibandingkan metode OTP lain layaknya pakai Google Authenticator, email, Whatsapp atau OTP lewat SMS.

Namun rupanya tingkat keamanan tinggi ini tetap dirasakan kurangi kenyamanan dan kemudahan pemilik account dalam bertransaksi gara-gara wajib tetap mempunyai token untuk menyetujui transaksi perbankan dirasakan merepotkan dan kurang praktis.

“Karena alasan kemudahan dan kenyamanan, maka otorisasi transaksi finansial mutlak layaknya transfer atau pemindahbukuan dana bank dengan OTP pun dihilangkan dari mobile banking dan seluruhnya mengandalkan kata kunci, baik dalam wujud PIN maupun Password,” Alfons memaparkan.

Kenyataannya, transaksi kartu kredit yang diproteksi dengan OTP sekali pun tetap dapat jebol dikala korbannya tidak menyadari dan menambahkan kode transaksi gara-gara mengira berbicara dengan pihak customer service bank.

“Apalagi layanan mobile banking yang cuma mengandalkan kata kunci (PIN atau password) untuk otorisasi transaksi. Jelas account layaknya ini bakal jadi sasaran favorit gara-gara dengan menyadari kata kunci saja bakal dapat melakukan otorisasi transaksi berulang-kali pada rekening yang mengenai sampai saldonya habis,” tuturnya.

Cara Mengantisipasi Kerentanan

Nama bank, no rekening, nama pemilik akun, dan no ponsel pemilik no rekening jadi tambang emas digital yang kalau dimanfaatkan dengan pas dan korbannya lengah dapat membuat dana account bank tersebut berubah tangan.

“Karena itu kalau kamu punya bisnis online atau menerima pembayaran secara online dan wajib membagikan account bank, ingin mempertimbangkan dengan bijak dan persiapkan diri sebelum saat membagikan no rekening bank,” Alfons menyarankan.

Ia mengimbau kepada pengguna untuk pilih bank yang menerapkan tingkat keamanan account tinggi dan jangan cuma mengandalkan password untuk otorisasi transaksi.

Salah satu produk yang secara teknis sulit mengadopsi TFA/OTP adalah mobile banking karena prinsip dasarnya adalah kemudahan agar dibandingkan dengan internet banking yang udah menerapkan OTP token.

“Maka dari itu, mobile banking ini lebih rentan dieksploitasi dibandingkan internet banking. Jika memungkinkan gunakanlah internet banking daripada mobile banking,” tukas Alfons.

Ia menambahkan, kalaupun terpaksa menggunakan mobile banking yang kurang terjamin keamanannya, ada baiknya pengguna sedikit paranoid dan tidak menyimpan dana utama di rekening mobile banking tersebut.