Berikut inilah 6 Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Hubungan Seks

Berikut inilah 6 Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Hubungan Seks

Berikut inilah 6 Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Hubungan Seks

Berikut inilah 6 Penyakit yang Bisa Dipicu oleh Hubungan Seks

Bagi sebagian orang, alih-alih menyenangkan, hubungan seks justru bisa memicu berbagai penyakit, baik fisik maupun psikis. SenjaQQ
Beberapa gangguan itu dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari kondisi suasana hati hingga faktor kebersihan. Sering kali gangguan fisik yang diakibatkan membuat seseorang enggan berhubungan seks.

Mulai dari sakit kepala yang menusuk hingga gejala mirip flu, berikut beberapa penyakit atau gangguan fisik dan psikis yang dipicu oleh hubungan seks.

1. Sakit kepala yang menusuk
Bagi sebagian orang, seks bisa memicu sakit kepala. National Headache Foundation (NHF) menyebut, ada dua jenis kepala yang dikaitkan dengan aktivitas seksual, khususnya saat orgasme.

Pada jenis pertama, rangsangan seksual menyebabkan kontraksi otot di kepala dan leher yang memicu sakit kepala. Kebanyakan sakit kepala jenis ini bersifat jinak. Umumnya, sakit kepala ini rentan pada orang yang kerap mengalami migrain. Namun, pada beberapa kasus, hal itu bisa jadi tanda kelainan pada otak atau penyakit lainnya.

Jenis kedua, disebut dengan ‘sakit kepala orgasmik’. Nama terakhir merupakan sakit kepala vaskular yang sangat intens dan biasanya terjadi tepat sebelum orgasme. Sakit kepala ini umumnya terjadi sebagai respons tubuh terhadap peningkatan tekanan darah dan berlangsung selama beberapa menit.

2. Dysphoria postcoital
Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan dalam International Journal of Sexual Health menyebut, sepertiga perempuan mengaku kerap murung setelah sesi bercinta atau dysphoria postcoital.

Depresi pasca-seks ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah tersinggung, atau gelisah. Emosi ini juga bisa dipicu oleh perasaan resah terhadap hubungan.

3. Alergi air mani
Sebagian perempuan memiliki alergi terhadap air mani. Meski terbilang jarang, namun air mani diketahui dapat mengubah keseimbangan pH pada organ intim kewanitaan, mengakibatkan iritasi, gatal-gatal, dan pembengkakan.

Ahli ginekologi Paula Bednarek menyarankan Anda untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks demi menghindari alergi tersebut.

4. Sindrom penyakit pasca-orgasme
Pernahkah Anda mengalami gejala seperti flu, kepala terasa berat, nyeri otot, dan kelelahan setelah berhubungan seks? Jika iya, berarti Anda mengalami sindrom penyakit pasca-orgasme (POIS).

POIS pertama kali diidentifikasi pada 2002 silam. Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada pria setelah ejakulasi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Translational Andrology and Urology mengindikasikan bahwa POIS dipicu oleh reaksi autoimun terhadap air mani sendiri.

5. Infeksi saluran kemih
Infeksi saluran kemih umumnya ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil. “Beberapa perempuan lebih rentan terkena ISK,” ujar Bednarek. Aktivitas seksual disebut memasukkan bakteri ke dalam saluran kemih perempuan.

Jika Anda mengalaminya, coba untuk segera buang air kecil setelah berhubungan seks. Hal ini dapat mengeluarkan bakteri yang tidak diinginkan dari uretra Anda.

6. Infeksi jamur
Tubuh manusia secara alami mengandung ragi. Bednarek mengatakan, infeksi jamur pada perempuan kemungkinan besar dipicu oleh perubahan pH dari air mani. “Perubahan hormonal juga dapat membuat perempuan rentan terhadap infeksi jamur,” katanya.

Infeksi jamur tidak termasuk ke dalam penyakit menular seksual. Penyakit ini ditandai dengan gejala gatal, iritasi, dan seks yang terasa menyakitkan.