Bek kanan Manchester City Kyle Walker Sewa PSK

Bek kanan Manchester City Kyle Walker Sewa PSK

Bek kanan Manchester City Kyle Walker Sewa PSK

 

Bek kanan Manchester City Kyle Walker Sewa PSK

 

Bek kanan Manchester City, Kyle Walker, tampaknya merasa bosan dengan masa darurat akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Cerdaspoker Dominobet

Keberadaan makhluk kecil berukuran 125 nanometer bernama virus corona di dunia membuat kehidupan sosial mengalami masa “hibernasi“.

Virus corona membuat manusia hidup penuh keterbatasan. Tak ada kerumunan, bioskop ditutup, jalan raya sepi, aksi olahragawan “mati suri”.

Sama halnya yang terjadi dalam kompetisi Liga Inggris, berhenti sementara. Tak ada laga hingga latihan klub sekali pun dalam waktu lebih satu bulan.

Pesepak bola swakarantina di tempat tinggal masing-masing. Mereka mulai jenuh dengan latihan mandiri.

Parahnya, Kyle Walker melakukan blunder karena bosan selama swakarantina. Dia menggelar pesta seks demi membuang rasa penat.

Meski tak ada bukti kuat soal pesta seks itu, bek 29 tahun itu secara jantan mengakui perbuatannya.

“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengeluarkan permintaan maaf publik atas pilihan yang saya buat minggu lalu,” kata Walker

“Saya mengerti bahwa posisi saya sebagai pesepak bola profesional punya tanggung jawab menjadi panutan. Karena itu, saya ingin meminta maaf kepada keluarga, teman, Man City, pendukung, dan publik karena mengecewakan mereka,” ujar Walker menambahkan.

Hari berikutnya, wanita yang menemani Kyle Walker, Louise McNamara, angkat bicara. Dia juga mengakui mendapat tawaran untuk pesta seks dengan sang pemain.

Kelakuan Kyle Walker tersebut tampaknya sesuai dengan apa yang dikhawatirkan oleh Deputy Medical Director untuk tim Australia pada 2016, Broderick.

Pesta seks maupun perilaku lainnya seperti minuman beralkohol hingga penyalahgunaan obat-obatan merupakan sebuah pelarian bagi sang atlet.

“Mereka memiliki masalah psikologis yang sama dengan semua orang tapi juga stres dan kecemasan tentang masa depan mereka yang tak bisa dikendalikan dengan mudah,” kata Broderick

“Mereka tak tahu apa tahapan selanjutnya atau berapa lama mereka harus dikarantina atau diisolasi,” ungkapnya.

“Stres dan gelisah bisa mengarah ke penyalahgunaan substansi. Itu yang saya khawatirkan, jika mereka menggunakan alkohol untuk pelarian,” ujar dia.

Rasa cemas pasti ada dalam diri tiap olahragawan. Atlet profesional tingkat tinggi mungkin bisa mengatasi, tetapi banyak yang lebih rentan.

“Jika kalian kehilangan pekerjaan selama beberapa bulan maka pemasukan juga tak ada,” jelas Broderick.