Beda Filler Hyaluronic Acid & Silikon Seperti pada Kakak Elma

Beda Filler Hyaluronic Acid & Silikon Seperti pada Kakak Elma

Beda Filler Hyaluronic Acid & Silikon Seperti pada Kakak Elma

Beda Filler Hyaluronic Acid & Silikon Seperti pada Kakak Elma

Aktris Elma Theana mengunggah dugaan mal praktik yang dialami kakaknya, Rency Milano melalui akun Instagram-nya. Sang kakak mendapatkan filler yang berisi silikon, bukan Hyaluronic Acid seperti pada umumnya.
Terdapat sejumlah perbedaan antara filler yang menggunakan asam hialuronat itu dengan silikon.

Filler adalah proses penyuntikan yang dilakukan ke dalam lapisan kulit tertentu. Proses ini bertujuan mengisi jaringan lunak di bawah permukaan kulit untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu.

Filler biasanya dilakukan pada bagian wajah tertentu seperti cekungan mata, garis senyum, hidung, dan dagu.

Bahan yang aman digunakan dan sudah mendapat persetujuan adalah Hyaluronic Acid–molekul yang dapat menyusun jaringan ikat pada kulit. Molekul ini juga diproduksi oleh tubuh, tapi kian berkurang seiring pertambahan usia.

Kandungan Hyaluronic Acid disebut tidak berbahaya untuk kulit dan banyak digunakan pada produk skincare. Pada filler Hyaluronic Acid, bahan tersebut akan diproses oleh kulit dan akan hilang dengan sendirinya.

“Suntik filler Hyaluronic Acid itu untuk kesehatan dan pencerahan kulit. Membuat kenyal dan awet muda. Saat dimasukkan ke kulit, akan hilang seiring waktu, tidak ada sisa,” jelas dokter ahli estetika Olivia Ong kepada pokerrepublik pada 2019.

Namun, pada kasus yang dialami kakak Elma Theana, sang kakak mendapatkan filler yang ternyata berisi silikon. Dampaknya, filler silikon itu mengakibatkan keluarnya nanah putih pada bibir, seperti terlihat pada salah satu video yang diunggah Elma.

Dikutip dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), silikon adalah polimer cair yang digunakan dalam produk seperti pelumas dan juga bahan untuk mendempul. FDA belum menyetujui silikon suntik untuk digunakan pada tubuh.

Satu-satunya silikon injeksi yang disetujui FDA adalah minyak silikon yang digunakan pada penggunaan mata khusus intraokular (di dalam mata).

Menurut FDA, filler silikon dapat menyebabkan rasa sakit yang terus-menerus, infeksi, dan cedera serius seperti jaringan parut dan cacat permanen, emboli atau penyumbatan pembuluh darah, stroke, dan kematian.