Batu Nisan Tercabut Lalu Jenazah Muncul dari Kubur

Batu Nisan Tercabut Lalu Jenazah Muncul dari Kubur

Batu Nisan Tercabut Lalu Jenazah Muncul dari Kubur

Batu Nisan Tercabut Lalu Jenazah Muncul dari Kubur

Guyuran hujan lebat menyebabkan arus air yang deras saat memasuki tanah pemakaman Islam Kubur Datuk di Tumpat, Kelantan, Malaysia.

Akibatnya lebih dari 100 kuburan rusak dikarenakan kijing (batu penutup makam yang menyatu bersama batu nisannya) dan batu nisan turut hanyut terbawa arus.

Yang paling menyedihkan dikala empat jenazah terlihat ke permukaan sesudah liang lahat di tanah berpasir turut terkikis sedalam 1,3 meter akibat terbawa arus deras.

Penghulu Kampung Kubur Datuk, Rosli Mohd Nor mengatakan, dia menyaksikan kejadian batu nisan tercabut dan kijing berserakan sesudah Subuh tadi.

” Agak terkejut dikala batu nisan tercabut, kijing berubah posisinya. Bahkan ada yang pecah dan hanyut.

” Saat saya periksa pemakaman itu, ada tempat yang tergenang air dan air itulah yang menyebabkan pemakaman ini terkikis dikarenakan membentuk jalan air yang panjangnya satu meter dan didalam 2 cm,” katanya.

Rosli kuatir arus deras air hujan jadi merusak pemakaman tersebut. Karena itu, dia bersama lebih dari 100 masyarakat kira-kira Kubur Datuk bergotong-royong membangun saluran air untuk menjauhi arus deras itu menimpa kuburan.

Katanya, tiap tiap keranda yang terlihat ke permukaan ditanam ulang dan batu nisan yang tercabut dikembalikan ke tempat asalnya.

Ada hal-hal didalam hidup ini yang perlu dilakukan bersama teliti, terhitung didalam membuktikan bahwa seseorang sudah meninggal dunia.

Ketika seseorang meninggal, pengecekan menyeluruh perlu dilakukan oleh dokter yang kompeten. Jika tidak, kondisi yang sudah menyedihkan bakal berubah menjadi lebih memilukan.

Itulah yang terjadi terhadap wanita Rusia bernama Fagilyu Mukhametzyanov terhadap th. 2011. Terlepas dari kenyataan bahwa cerita ini terjadi lima th. yang lalu, tetapi menjadi amat populer agar orang di semua dunia konsisten membahasnya di dunia maya.

Lantas apa yang memang terjadi terhadap wanita yang saat itu berusia 49 tahun?

Tragedi di awali dikala Fagilyu mengeluh kepada suaminya, Fagili, 51 tahun, bahwa dia merasa sakit dada.

Fagili langsung membawa Fagilyu ke dokter dekat tempat tinggal mereka di Kazan City, Rusia. Sayangnya, terhadap saat mereka hingga ke dokter, Fagilyu hilang kesadaran.

Dokter menjelaskan bahwa Fagilyu mungkin pernah mengalami serangan jantung. Dia kemudian dinyatakan sudah meninggal dunia. Fagili yang syok dan sedih memastikan untuk tidak membalsem istrinya.

Menurut tradisi Rusia, orang yang meninggal dunia tidak dibalsem jikalau bakal dimakamkan di perkuburan lokal.

Selang lebih dari satu hari kemudian, Fagilyu diletakkan di didalam peti mati dan pemakamannya tengah dipersiapkan. Namun, dikala Fagili dan kerabat yang lain mengucapkan kata paling akhir sebelum peti mati dibawa pergi untuk dimakamkan, Fagilyu tiba-tiba bangun dari kematiannya.

Sesaat Fagilyu cuma duduk di peti matinya. Hal pertama yang dia menyaksikan adalah orang-orang yang menangisi dirinya. Dia mendengar mereka berdoa untuknya.

Ketika sadar bahwa dia bakal langsung dikubur hidup-hidup, Fagilyu berteriak kencang.

” Matanya bergetar dan kita langsung bergegas membawanya ulang ke tempat tinggal sakit. Tapi dia cuma hidup sepanjang 12 menit,” kenang Fagili.

Dokter kemudian menegaskan bahwa syok saat bangun di pemakamannya sendiri menyebabkan Fagilyu terkena serangan jantung.

Kali ini, dia tidak cuma diakui meninggal tetapi memang amat sudah pergi untuk selamanya.

Kesedihan Fagili pun menjadi dua kali lipat. Dia terhitung marah. Laporan-laporan menjelaskan bahwa ia tengah mempertimbangkan untuk menggugat dokter pertama yang keliru membuktikan Fagilyu sudah meninggal. Namun, tidak ada kabar kelanjutan berkenaan persoalan ini. Cerdaspoker Dominobet