Banyak Karyawan Resign Gara-gara 6 Alasan Ini. Kamu yang Mana?

Banyak Karyawan Resign Gara-gara 6 Alasan Ini. Kamu yang Mana?

Banyak Karyawan Resign Gara-gara 6 Alasan Ini. Kamu yang Mana?

 

Banyak Karyawan Resign Gara-gara 6 Alasan Ini. Kamu yang Mana?

Dalam dunia kerja, terbit masuk karyawan di suatu perusahaan menjadi pemandangan lumrah. Ada yang resign atau mengundurkan diri, lantas ada yang menggantikan. Perkembangannya begitu cepat, khususnya karyawan yang resign. LudoQQ pokerace99

Meski biasa terjadi, bila gelombang karyawan yang resign lebih banyak, pasti saja akan dominan terhadap kinerja perusahaan. Pihak perusahaan pasti saja kehilangan orang-orang berpengalaman. Sementara pegawai baru butuh belajar dan beradaptasi lagi di lingkungan baru dengan masa-masa tidak sebentar.

Jika kita menjadi seorang pemimpin perusahaan atau atasan suatu tim, Anda butuh tahu sekian banyak penyebab atau dalil bila tidak sedikit karyawan terbaik kita mengundurkan diri. Pasti terdapat yang salah, entah tersebut dari ketentuan perusahaan, sikap kita sebagai bos, maupun manajemen perusahaan.

Hal ini penting dicari oleh perusahaan supaya dapat menjaga sumber daya insan supaya tetap loyal dan menyerahkan kontribusi terbaiknya. Jika tidak, maka Anda bakal kehilangan mereka. Oleh sebab itu, pahami dalil karyawan resign.

1. Terlalu tidak sedikit beban kerja
Banyak Karyawan Resign Gara-gara 6 Alasan Ini. Kamu yang Mana?

Karyawan pun manusia, bukan robot. Punya keterbatasan dalam menggarap tumpukan tugas, walau sudah dilaksanakan semaksimal mungkin. Namun terkadang bos tanpa sadar tidak jarang kali meminta karyawan-karyawan pilihan, khususnya yang rajin untuk menggarap tugas dan laporan. Malahan kegiatan orang beda pun ditimpakan ke mereka, sampai-sampai beban kerjanya semakin berat.

Sementara karyawan yang malas tidak dipedulikan saja. Paling-paling hanya diserahkan pekerjaan semestinya. Memang sih bos sering berdalih menimpakan tidak sedikit pekerjaan untuk karyawan rajin, karena dirasakan mampu digarap dengan cepat, tepat, dan benar.

Akan tetapi, di satu sisi, karyawan bakal memandang si bos pilih kasih. Yang rajin ditekan terus dengan beban kerja yang menumpuk. Sedangkan yang malas, santai-santai saja. Padahal gaji dan kemudahan yang diterima sama. Lambat laun, karyawan yang telah loyal dan rajin juga akhirnya tidak kerasan dan menyimpulkan resign.

2. Muncul rasa jenuh
Banyak Karyawan Resign Gara-gara 6 Alasan Ini. Kamu yang Mana?

Ketika seseorang telah bekerja di satu perusahaan dalam jangka masa-masa lama, contohnya 5 tahun, tentu akan hadir rasa jenuh. Apalagi bila kegiatan yang dilakoni tidak cocok dengan passion. Wah tersebut sih, tidak terdapat hitungan bulan pun sudah uring-uringan inginkan resign.

Rasa bosan dan jenuh juga muncul sebab melakukan kegiatan yang monoton. Mengerjakan tugas dan laporan yang sama masing-masing hari, melulu duduk di depan komputer sekitar 8 jam. Biasanya bosan ini, dapat diobati dengan mengambil libur dan pergi berlibur.

Namun adakalanya, rasa bosan ini telah pada level akut. Cuti juga percuma. Tetap saja bawaannya inginkan resign, menggali tantangan di perusahaan baru. Begitu bosan dan jenuh sudah parah, lagipula sudah mendapat pengganti kerja baru, maka karyawan bakal segera mengemukakan resign.

3. Visi perusahaan abu-abu, perintah tidak jelas

Alasan beda karyawan resign dari kantornya ialah visi perusahaan yang abu-abu. Artinya tidak jelas arah perusahaan inginkan dibawa ke mana. Hal ini akan dominan pada kegiatan bawahan. Misalnya bos memerintahkan mengerjakan pekerjaan laksana ini, tetapi di satu sisi, terdapat SOP atau aturan perusahaan yang tidak mengizinkan pekerjaan demikian.

Walhasil karyawan yang notabene-nya hanya sebagai bawahan, bingung mesti laksana apa. Itu terjadi sebab tidak adanya kejelasan dan ketegasan apa sebetulnya tujuan perusahaan. Kalau begini terus, dapat saja satu per satu karyawan resign. Buat apa bertahan, visi perusahaan saja tidak jelas, lagipula masa depan mereka.

4. Kurangnya Apresiasi

Ini barangkali jadi dalil pengunduran diri yang paling pun terjadi. Tidak terdapat apresiasi dari kantor atas apa yang telah dijangkau karyawan. Misalnya saat karyawan berhasil menggolkan proyek besar, tidak terdapat bonus dari kantor. Alibi perusahaan, karena tersebut sudah menjadi tanggung jawab dan tugas karyawan tersebut.

Malah terkadang terdapat bos atau perusahaan yang boro-boro menyerahkan bonus, perkataan terima kasih saja tidak. Kalau telah begitu, karyawan merasa tidak dihargai kerja kerasnya. Jadi tidak boleh salahkan karyawan andai nantinya terjadi resign massal.

Oleh sebab itu, usahakan perusahaan merealisasikan reward and punishment untuk karyawan. Agar yang berkinerja bagus, diganjar dengan penghargaan atau apresiasi. Sedangkan yang kinerjanya buruk, diserahkan sanksi atau hukuman.

5. Jenjang karier tidak jelas

Tidak munafik, tidak sedikit orang bekerja di suatu perusahaan di samping untuk mendapat penghasilan tetap masing-masing bulan, juga hendak mencapai kesuksesan karier. Tapi apa jadinya bila di kantor kita tidak terdapat kejelasan jenjang karier. Semuanya abu-abu.

Misalnya, bila bekerja telah 5 tahun, berkesempatan naik jabatan. Atau telah berkontribusi tidak sedikit hal guna perusahaan, tergolong proyek-proyek penting, namun tidak pun dipromosikan naik jabatan, pangkat, atau gaji. Karena karier di perusahaan itu tidak jelas, lebih baik guna resign.

Jadi betapa baiknya, pihak perusahaan dapat membuat kepandaian yang menyokong kinerja karyawan. Memberi kesempatan untuk mereka guna dapat berkembang, naik jabatan atau pangkat untuk mereka yang berprestasi.

6. Lingkungan kerja telah tidak kondusif

Begitu karyawan tidak nyaman lagi sedang di kantornya, bekerja di suatu perusahaan, mereka tentu akan resign. Ketidaknyamanan ini disebabkan tidak sedikit faktor, salah satunya dunia kerja sudah tidak kondusif.

Misalnya salah satu karyawan terjadi kompetisi tidak sehat. Saling menjatuhkan satu sama lain, saling menjilat atau persoalan lainnya. Jadi tidak boleh heran, kalau tidak sedikit karyawan mengemukakan resign sebab sudah merasa tidak nyaman dengan teman kerjanya.

Jangan hanya tahunya resign saja. Kalau Anda hendak mengundurkan diri, mesti paham pun kewajiban karyawan yang resign.

1. Biasanya berlaku one month notice. Artinya Anda mengemukakan resign sangat lambat satu bulan sebelumnya

2. Tetap menuntaskan tugas dan tanggung jawabnya hingga selesai sekitar masa pengunduran diri.

Sementara hak karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, karyawan tidak bakal menerima pesangon. Pesangon baru akan diserahkan kalau karyawan terpapar Pemutusan Hubungan Kerja alias PHK.
Cari Pekerjaan Baru Sebelum Resign
Satu hal urgen yang butuh Anda lakukan, cari kegiatan baru sebelum resign. Jadi tidak boleh gegabah mengundurkan diri, bila tidak inginkan nelangsa dalam urusan keuangan. Kalau kita resign, berarti tidak terdapat pemasukan lagi, kecuali Anda telah mendapat kegiatan baru. Jika belum, bakal jadi masalah besar. Tabungan bakal terpakai untuk mengongkosi hidup keseharian sampai pulang bekerja.