Balenciaga Dituding Mencuri Karya Perancang di Berlin

Balenciaga Dituding Mencuri Karya Perancang di Berlin

Balenciaga Dituding Mencuri Karya Perancang di Berlin

Balenciaga Dituding Mencuri Karya Perancang di Berlin

Seorang perancang busana, Tra My Nguyen, di Berlin, Jerman, mengklaim label Balenciaga mencuri karyanya.
Karya tersebut diunggah melalui akun Instagram resmi Balenciaga pada Rabu (22/7).

Unggahan itu menunjukkan sebuah foto sepeda motor yang dibalut pakaian berwarna-warni. Nguyen mengatakan unggahan itu sangat mirip dengan portfolionya.

Karya tersebut merupakan proyek seni utamanya yang mengeksplorasi budaya motor wanita Vietnam.

Karya ini dibuat Nguyen karena terinspirasi dari ibunya yang pernah menjual sepeda motor untuk pindah ke Jerman.

“[Balenciaga] mencuri dan mengambil keuntungan dari ide-ide seniman POC (orang berkulit hitam atau people of color,” ujarnya, dikutip pokerrepublik pada Minggu (26/7).

“Aku merasa dikhianati dan terluka karena ini adalah bagian dari budayaku. Ini adalah proses artistik dan bukan estetika modis yang bisa kan manfaatkan,” tambahnya melalui akun Instagram.

Ia pun mengklaim perekrut Balenciaga melihat karyanya ketika dipamerkan di Berlin University of the Arts. Pihak Balenciaga kemudian meminta portfolio Nguyen setidaknya dua kali.

Terdapat bukti tangkapan layar pertukaran surel pada Oktober lalu antara Nguyen dan pihak Balenciaga. Dalam surel tersebut, terlihat pihak Balenciaga meminta portfolionya dengan alasan sedang mencari pekerja magang.

Surel tersebut dibalas Nguyen dengan menyertakan portofolio beserta gambar sepeda motor yang dibungkus pakaian. Namun, setelah itu ia tak pernah mendengar kabar lebih lanjut dari Balenciaga.

Kisah ini diceritakan Nguyen melalui akun Instagramnya. Ia pun menuntut Balenciaga meminta maaf dan menghapus unggahan di akun mereka tersebut. Ia juga meminta pihak universitas turun tangan untuk melindungi hak intelektual siswanya.

Balenciaga belum berkomentar lebih lanjut terkait kontroversi ini. Nguyeng mengatakan mereka juga belum menghubungi dirinya hingga saat ini.

Melalui kisah ini, Nguyen ingin membuat publik sadar akan eksploitasi yang kerap dilakukan terhadap seniman muda, khususnya yang berkulit hitam.

Katanya hal ini tidak hanya dilakukan merek besar, tapi banyak perusahaan yang mempekerjakan seniman secara gratis dengan dalih magang. Ia menilai hal ini kerap dinormalisasi dalam industri fesyen.

Bukan Kontroversi Pertama
Kontroversi kemiripan karya yang melibatkan label Balenciaga bukan pertama kali terjadi. Pada 2017, Balenciaga juga sempat meluncurkan tas berwarna biru yang sangat mirip dengan tas produksi Ikea.

Tas tersebut dijual dengan harga US$2.145 atau sekitar Rp31.188.300.

Produser musik Swizz Beatz juga pernah menuduh Balenciaga mengikuti logo “R” yang digunakan grup musisi hip-hop dan label Ruff Ryders. Logo di koleksi lain pun pernah dibandingkan dengan logo kampanye presiden Bernie Sanders.

Tudingan ini kemudian dibantah Direktur Kreatif Balenciaga, Demna Gvasalia.

Gvasalia sebelumnya sempat memiliki label fesyen sendiri, yakni Vetements, namun memutuskan hengkang pada September 2019. Label tersebut mulanya dikenal karena menggunakan mencetak salah satu adegan film Titanic pada hoodie mereka.

Langkah tersebut menuai kritik. Melalui wawancara dengan Women’s Wear Daily pada 2019, Gvasalia mengabaikan kritik yang dilempar berbagai pihak.

“Tidak ada yang benar-benar tahu dari mana asalnya dan mengapa,” katanya.