Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka

Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka

Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka

 

Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka

Cerdaspoker DominoQQ  –  Menkopolhukam Wiranto ditusuk orang tak dikenal di Pandeglang, Banten. Akibatnya dia merasakan luka tusuk di unsur perut. Dikabarkan Wiranto ditusuk memakai belati dan gunting. Bila benda-benda tersebut tertinggal di tubuh, ia tak boleh ditarik keluar sembarangan.

Sering kali orang yang menyaksikan korban luka tusuk, berjuang mencabut benda itu sebagai format pertolongan kesatu. Padahal, tindakan itu tidak tepat dan malah dapat membahayakan situasi orang yang terluka.

Pencabutan atau pelantikan benda yang terbelakang di dalam tubuh melulu dapat dilaksanakan oleh berpengalaman dan tenaga medis. Pencabutan benda tajam membutuhkan kemahiran dan pun peralatan yang lengkap. Pencabutan ini seringkali dilakukan di Unit Gawat Darurat (UGD), ruangan bedah atau kamar operasi.

“Prosedurnya usahakan di kamar operasi yang telah siap dengan segala bisa jadi termasuk bila ada cedera yang memunculkan perdarahan hebat,” kata dokter berpengalaman bedah plastik RS Polri Donna Savitry .
Tenaga medis kesatu kali akan mencuci luka cocok dengan formalitas tatalaksana. Dokter kemudian akan menarik keluar benda dengan melihat situasi luka laksana kedalaman, ciri khas benda, memprediksi bisa jadi organ/pembuluh darah yang terpapar dengan melihat fenomena klinis, lokasi, dan pengecekan penunjang lain. Jika diperlukan, pasien bakal menerima anestesi supaya tak menikmati sakit ketika benda dicabut.

Jika dilaksanakan oleh orang biasa yang tidak mempunyai keahlian, pencabutan benda itu dapat melukai organ lain. Kemungkinan benda terbelakang di dalam tubuh pun dapat terjadi. Luka yang lebih dalam dan barangkali sampai menakut-nakuti nyawa barangkali saja terjadi.

Saat dilaksanakan di UGD atau ruang bedah, dokter bisa menggunakan tidak sedikit peralatan guna mengusung benda yang mengakibatkan luka tusuk laksana yang dirasakan Wiranto.

Benda yang terbelakang di dalam tubuh juga bermanfaat sebagai penahan pendarahan. Jika benda itu diangkat, tanpa perbuatan yang tepat, pendarahan hebat bisa terjadi sebab tak terdapat lagi penahan darah.

Donna menuliskan pendarahan adalahreaksi yang umum terjadi akan memungut tindakan dengan menyerahkan darah tambahan. Ini tak dapat dilakukan oleh orang biasa di sembarang tempat.

“Bisa jadi pembuluh darah besar yang terluka di unsur tubuh tersebut malah malah tidak memunculkan perdarahan hebat sebab tersumbat benda. Begitu ditarik keluar tanpa persiapan justeru menimbulkan perdarahan hebat dan perlukan ke sekitarnya sampai-sampai fatal akibatnya,” kata Donna.

Pasca pelantikan benda tajam yang terbelakang di dalam tubuh, pasien bakal mendapatkan perawatan intensif yang akan diperhatikan oleh kesebelasan medis.