Badai Salju, Gagal ke Real, Pedri Memang Terlahir untuk Barcelona

Badai Salju, Gagal ke Real, Pedri Memang Terlahir untuk Barcelona

Badai Salju, Gagal ke Real, Pedri Memang Terlahir untuk Barcelona

Badai Salju, Gagal ke Real, Pedri Memang Terlahir untuk Barcelona

Setelah menuai atensi karena pulang dari matchday pertama fase grup Liga Champions di Camp Nou (21/10) dengan naik taksi, Pedri kembali menjadi pembicaraan seiring performa apik kala Barca mengalahkan Juventus di Turin dalam matchday kedua (29/10). Daftar di sini

PAULO Dybala dikenal sebagai kolektor jersey. Terutama dari bertukar jersey dengan pemain yang dihadapi dalam pertandingan. Tentu saja striker Juventus itu pilih-pilih terhadap pemain yang jersey-nya ingin dikoleksi.

Ternyata, jersey yang diinginkan Dybala setelah Juve dikalahkan Barca dua gol tanpa balas adalah milik Pedri. Dybala pun mendatangi ruang ganti Barca untuk mendapatkan kostum gelandang serang yang masih berusia 17 tahun tersebut.

Pilihan Dybala tentu tidak sembarangan. Siapa tahu jersey itu bisa menjadi barang langka di masa depan seiring pernah menghadapi calon pemain hebat.

Ya, Pedri adalah wonderkid Barca yang bisa mengikuti kemonceran Ansu Fati musim lalu. Baru direkrut dari klub Segunda Division Las Palmas musim panas tahun ini, Pedri langsung menarik perhatian entrenador Barca Ronald Koeman.

Buktinya, Koeman selalu melibatkannya dalam tujuh laga Barca musim ini, baik di La Liga maupun Liga Champions. Cedera hamstring kiri Philippe Coutinho bakal memberi Pedri peluang bermain starter di La Liga untuk kali ketiga beruntun di kandang Deportivo Alaves dini hari nanti (1/11).

’’Tidak normal sebenarnya bagi pemain yang masih 17 tahun bermain di level seperti ini. Tetapi, dia layak mendapatkannya,’’ kata Koeman kepada El Mundo Deportivo.

Yang menjadi PR (pekerjaan rumah) Koeman untuk Pedri adalah menempatkannya di posisi ideal. Ketika mengalahkan Juve, Pedri yang bermain 90 menit untuk kali pertama musim ini beroperasi dengan baik di posisi wide attacker kiri. Dia mencatatkan 29 operan sukses dari 31 percobaan atau 93,5 persen plus 4 dribel sukses.

Media-media Spanyol, salah satunya AS, melabeli bakat Pedri sebagai satu juta berbanding satu mengutip pernyataan Pepe Mel, pelatih Las Palmas yang mengorbitkannya musim lalu.

Marca menulis, Pedri adalah pembelian terbaik Barca dalam sedekade terakhir lantaran hanya perlu mengeluarkan EUR 5 juta (Rp 85,5 miliar) kepada Las Palmas.
’’(Aku bergabung dengan Barca karena) aku punya DNA Barca,’’ ucap Pedri yang bernama lengkap Pedro Gonzalez Lopez.

Ucapan Pedri benar adanya. Dua musim lalu dia nyaris bergabung ke rival abadi, Real Madrid. Itu bermula dari trial yang dijalani Pedri pada 5 Februari 2018. Tetapi, agenda tersebut batal lantaran badai salju dahsyat di Madrid. Dia pun memilih Las Palmas sebelum akhirnya bergabung dengan Barca.

’’Ayah Pedri adalah presiden suporter lokal Barca. Jadi, saat ini Pedri telah membuat bangga ayahnya dengan menjadi pemain Barca,’’