Ayah dan Anak Jadi Tersangka Pembuatan Buku KIR Palsu, Beroperasi Sudah 12 Tahun

Ayah dan Anak Jadi Tersangka Pembuatan Buku KIR Palsu, Beroperasi Sudah 12 Tahun

Ayah dan Anak Jadi Tersangka Pembuatan Buku KIR Palsu, Beroperasi Sudah 12 Tahun

Ayah dan Anak Jadi Tersangka Pembuatan Buku KIR Palsu, Beroperasi Sudah 12 Tahun

PESIARQQ – Polisi menangkap satu keluarga pembuat buku KIR palsu yang telah beroperasi selama 12 tahun di Sunter, Jakarta Utara.

Dua tersangka yang ditangkap polisi ini diketahui masih memiliki hubungan bapak dan anak.

Dalam pengungkapan kasus ini polisi mengatakan ayah dan anak yang menjadi tersangka ini menyamarkan usaha pemalsuan buku KIR dengan bermodus sebagai biro jasa pengurus surat kendaraan.

Dua tersangka ini ditangkap oleh anggota polres Jakarta Utara di kediamannya yang yang juga menjadi tempat operasi terangka, pada Jumat (8/11/2019).

Polisi mengetahui lokasi sang pelaku berdasarkan informasi masyarakat.

Pengrebekan ini polisi menyita sejumlah barang bukti yang selama ini digunakan oleh pelaku dalam menjalankan aksinya.
Kombes Budhi Herdi Susianto, selaku Kapolres Jakarta Utara mengungkapkan, tersangka atas nama BS selaku ayah dari RA membuka biro jasa sejak tahun 2007 lalu.

Ia menambahkan dalam prosesnya ternyata tersangka sudah melakukan pemalsuan terhadap beberapa pekerjaan yang diurus oleh biro jasa tersebut.

“Setelah anaknya lulus dari salah satu SMK kemudian anaknya diajarkan untuk melakukan pemalsuan ini,” tuturnya.

Diduga saat polisi sedang melakukan penangkapan, diketahui yang bertindak sebagai pemalsuan adalah sang anak (RA).

Kemudian, sang ayah (BS) sebagai marketingnya.

Dari penyelidikan sementara polisi mengatakan dalam pengurusan surat, tersangka mematok harga sebesar Rp. 350.000.
Padahal administrasi kepengurusan resmi hanya Rp. 92.000 saja.
Polisi mengatakan buku KIR yang dibuat tersangka ini palsu.

Hingga kini polisi menyita sejumlah barang bukti berupa antara lain 530 buku KIR palsu, 730 sticker uji KIR, plat KIR, komputer, alat print, dan stempel.

Terlihat secara fisik buku KIR tersebut hampir sama dengan aslinya.

Polisi menyarankan masyarakat diminta melakukan pengecekan dengan cara mencocokkan barkode yang tercetak pada buku KIR.

Bila asli, database akan menampilkan identitas pemohon KIR.

Para korban tergiur dari janji tersangka, tak perlu antri saat pembuatan KIR meski harga KIP palsu ini lebih mahal.
Kepala unit pengelolaan pengujian kendaraan bermotor atau UPT PKB Bernard Oktavianus Pasaribu, meminta agar masyarakat tidak gampang percaya.

Pada dasarnya pembuatan buku KIR sudah cukup mudah.

“Kami menggunakan sistem aplikasi yang bisa online ke handphone bapak ibu sekalian. Jadi, tidak perlu antri, tidak perlu datang ke tempat kita, cukup download di android E-booking KIR DKI Jakarta,” jelasnya.

Jadi dengan adanya aplikasi tersebut, diharapkan para pemilik kendaaraan bisa langsung mendaftarkan diri untuk melakukan cek KIR.

Polisi mengatakan jika tersangka terbukti bersalah maka kan dikenakan hukuman penjara hingga 6 tahun.

Kini polisi masih memburu satu tersangka berinisial ND yang merupakan pemasok buku KIR, sticker dan plat uji kelayakan dari dinas perhubungan.

Dalam konferensi pers pihak kepolisian menyatakan, apabila ND berhasil ditangkap maka akan dikorek juga informasi di mana ND mendapatkan material buku KIR palsu tersebut.

Diduga kuat ND mendapatkannya dari pihak orang dalam atau orang dinas perhubungan.

Hingga kini ditetapkan tiga tersangka yang diamankan tersebut berstatus masyarakat sipil.

Namun, tidak menutup kemungkinan kalau nanti ND ditangkap ada perluasan dalam pendalam kasus yang dapat menyatakan tersangka dari beberapa orang dinas perhubungan.

Kapolres Jakarta Utara juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak tertarik dan terjebak untuk membuat buku KIR palsu kepada biro-biro jasa palsu.