ATM Pria Kendari Dibobol Pasutri dengan Menggunakan Tgl Lahir

ATM Pria Kendari Dibobol Pasutri dengan Menggunakan Tgl Lahir

ATM Pria Kendari Dibobol Pasutri dengan Menggunakan Tgl Lahir

ATM Pria Kendari Dibobol Pasutri dengan Menggunakan Tgl Lahir

Banyak orang menggunakan teknik singkat memilih keyword pada kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM), seperti memakai kombinasi tanggal lahir. Padahal, teknik ini sangat rawan menyebabkan ATM dibobol ketika kartu ATM dicuri.

Seorang lelaki di Kendari, mesti merelakan dananya senilai puluhan juta rupiah sebab menggunakan tanggal lahirnya sebagai password. Pencuri biasanya memakai kombinasi tanggal lahir saat mendapat kartu ATM dan identitas korban untuk menghabiskan isi ATM.  LudoQQ Poker Galaxy

Saat polisi sukses menangkap pelaku sekitar nyaris 2 bulan dari kejadian, Senin (2/12/2019), pelaku sudah menguras sisa duit korbannya itu.

Awalnya, korban yang diketahui mempunyai nama Hermawan, lupa membubuhkan tas miliknya. Kejadiannya, Jumat (11/10/2019) selama pukul 10.00 Wita. Korban melupakan tas berisi sebanyak barang berharga di Jalan MT Hayono, selama pusat perbelanjaan Lippo Plaza Kendari.

Di dalam tas korban, terdapat dompet, ATM, dan kartu identitas lain. Sekitar sejumlah menit kemudian, kedua pelaku berinisial DH (30) dan AS (23) langsung memungut tas yang ditinggal pemiliknya itu.

Usai membawa kabur tas, dua-duanya langsung mengarah ke ATM terdekat. Berbekal tanggal bermunculan di KTP korban, ATM dibobol.

“Dari tanggal bermunculan itu, saya memprediksi password dan ternyata benar. Sejak ketika itu, password kami gunakan untuk memungut uang,” ujar pelaku berinisial DH.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Sofwan Rasidi mengatakan, duit korban yang sukses dibobol senilai Rp56 juta. Uang sejumlah ini kemudian digunakan membeli perhiasan.

“Dipakai beli emas, beberapa emas dijual,” ujar Sofwan, Selasa (3/12/2019).

Sofwan Rosidi menambahkan, saat ATM dibobol, korban tidak sadar. Namun, sejumlah saat lantas korban melapor ke polisi dan pihak bank.

ATM Dikuras dalam 3 Hari

Kedua pelaku menghabiskan ATM kepunyaan korban sekitar 3 hari semenjak 11 Oktober. Kemudian, korban membelikan perhiasan emas senilai Rp56 juta.

Dari pernyataan kedua pelaku, dua-duanya baru menikah selama 3 bulan lalu. Setelah menikah, sang suami bekerja serabutan di Kota Kendari.

Perhiasan ini, dibeli kedua pelaku dari sebanyak gerai perhiasan di Kota Kendari. Jenisnya pelbagai berupa cincin, gelang dan kalung. Sebuah gelang bernilai jutaan rupiah, bahkan sudah dipasarkan di kabupaten lain.  LudoQQ Poker Galaxy

Di samping itu, kedua pelaku membelanjakan duit ratusan ribu sisanya dengan transaksi dalam jaringan (gesek). Keduanya melakukan pembelian barang makanan dan dagangan lain.

“Barang bukti hasil pembelian dari duit milik korban di ATM telah kami amankan. Sisanya kami masih kejar sebab sudah dijual,” ujar Sofwan Rasidi.

Kedua pelaku ditakut-takuti pasal 363 KUHP ayat 1 dan ayat 4 berhubungan pencurian. Keduanya ditakut-takuti hukuman 7 tahun penjara.

“Mereka diciduk di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Saat itu, sedang angkat barang-barang, bersiap inginkan pindah lokasi tinggal kontrakan,” pungkas Sofwan Rasidi