Anomali Ilkay Guendogan, Produktif Cetak Gol, Kesepian di Apartemen

Anomali Ilkay Guendogan, Produktif Cetak Gol, Kesepian di Apartemen

Anomali Ilkay Guendogan, Produktif Cetak Gol, Kesepian di Apartemen

Anomali Ilkay Guendogan, Produktif Cetak Gol, Kesepian di Apartemen

Musim ini adalah musim terbaik Ilkay Guendogan. Tapi, dia juga bersedih karena sudah setahun terakhir tidak bisa bertemu langsung dengan ayah dan ibunya.

Musim panas 2016 tidak akan pernah dilupakan Guendogan. Dia menjadi rekrutan pertama manajer Manchester City Pep Guardiola yang bergabung beberapa pekan sebelum kedatangannya ke Etihad Stadium.

The Citizens sekaligus menjadi tim pertamanya di luar Jerman setelah berkarier di VfL Bochum II, FC Nuernberg, dan Borussia Dortmund.

”Ketika ada peluang untuk bekerja sama dengan pelatih terbaik (Pep, Red), Anda harus mengambilnya. Saya selalu kesulitan ketika menghadapi timnya (FC Barcelona dan Bayern Muenchen, Red) dan itu membuat saya tertarik,” papar Guendogan. Daftar di sini

Gelandang keturunan Turki tapi kelahiran Gelsenkirchen (Jerman) 30 tahun lalu itu termasuk beruntung pernah ditangani dua pelatih top, Pep dan Juergen Klopp (semasa di Dortmund). Bahkan, Pep maupun Klopp sangat dekat dengan Guendogan.

Klopp tentu saja pelatih yang mengangkat namanya. Sementara itu, Pep punya peran penting memulihkan kepercayaan diri dari cedera parah di musim awal bergabung City.

Sebagai catatan, ketika mengalami cedera ligamen akut pada Desember 2016 dan menepi selama sembilan bulan, Guendogan nyaris berencana gantung sepatu.

”Saya memiliki relasi bagus dengan Pep, termasuk ketika kami berada di luar sepak bola. Kami bertetangga. Apartemen saya dan dia (di Manchester, Red) berada di blok yang sama,” beber Guendogan di siniar FIFA PlayOn.

Di bawah asuhan Pep, Guendogan tidak pernah menderita cedera panjang. Performanya pulih lagi dan musim ini adalah puncaknya. Gol ke gawang Everton (86’) di perempat final Piala FA (21/3) tidak hanya memecah kebuntuan City yang kemudian menang 2-0.

Melainkan juga gol ke-16 Guendogan musim ini atau menyalip koleksi 15 gol bersama Dortmund selama lima musim!

Namun, saat Guendogan sukses mencetak banyak gol di lapangan musim ini, cerita kehidupan pribadinya malah bertolak belakang.

Gara-gara pandemi Covid-19, Guendogan kesepian di apartemen mewahnya lantaran orang tua dan teman-temannya dari Turki tidak bisa berkunjung. Keluarga besar Guendogan menetap di Balikesir, Turki.

Gelandang dengan 42 caps bersama timnas Jerman itu kali terakhir bertemu dengan keluarganya saat berkunjung ke Turki pada Agustus tahun lalu. Guendogan dan orang tuanya sangat dekat.

Bahkan, apartemen yang ditempatinya saat ini merupakan hasil pencarian bersama orang tuanya.