Angka Kelahiran Naik Bikin BKKN Galau

Angka Kelahiran Naik Bikin BKKN Galau

Angka Kelahiran Naik Bikin BKKN Galau

Angka Kelahiran Naik Bikin BKKN Galau

 

Ludoqq Domino99 – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tetap dihadapkan kasus klasik, yaitu angka kelahiran perempuan usia subur yang belum tertanggulangi sesuai harapan. Sempat turun, kini BKKBN galau karena total fertility rate (TFR) atau angka kelahiran keseluruhan meningkat kembali.

Hal ini disampaikan Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, usai acara pembukaan rakernas program Banggakencana di Kantor Pusat BKKBN, Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Hasto Berharap Milenial Dukung Rebranding BKKBN

Menurut Nofrijal, di dalam satu dua th. ini capaian parameter kependudukan jadi jalur di tempat. Padahal pada mulanya sempat turun. Perempuan usia subur yang punyai anak atau TFR misalnya, di 2017 angkanya tetap 2,4 selanjutnya turun sebagian poin di 2018 menjadi 2,38. Tetapi sekarang angka ini kembali naik menjadi 2,45, yang tandanya kebanyakan perempuan usia subur di Indonesia punyai anak lebih berasal dari 2 orang.

“Ini menjadi kekuatiran BKKBN. Jangan hingga suasana di 2001 hingga 2017 (capaian program KB) yang tidak bergerak kembali terjadi,” kata Nofrijal.

BKKBN sendiri menargetkan TFR turun di angka 2,1 yang tandanya masyarakat tumbuh seimbang. Menurut Nofrijal, angka kelahiran yang tidak tertanggulangi akan berdampak langsung pada kasus lainnya, seperti angka kematian ibu tinggi, balita kerdil (stunting), kemiskinan, kualitas sumber daya manusia Indonesia hingga daya saing yang rendah.

Kepala BKKN Sebut NTT Sulit Meraih Bonus Demografi

Menurut Nofrijal, kenaikkan TFR ini kecil atau tidak signifikan. Artinya 2,38 dan 2,45 sama-sama tunjukkan kebanyakan perempuan punyai anak dua atau tiga. Tetapi di dalam konteks capaian indikator kependudukan dan KB ini benar-benar artinya sebab tunjukkan seberapa berhasilnya program yang udah dilaksanakan sepanjang ini. Ludoqq Domino99

Salah satu usaha yang dilaksanakan BKKBN untuk turunkan TFR adalah melakukan rebranding atau merubah citra program BKKBN ikuti kebutuhan dan pola pikir generasi milenial. Karena TFR juga terpengaruh oleh perkawinan dini atau usia anak.

“Perkawinan usia anak mesti kita atasi melalui rebranding ini. Anak muda yang jumlahnya sekitar 70 juta hingga 80 juta ini mesti diperkenalkan dengan pendekatan baru, terlebih pendekatan dengan pembangunan keluarga,” kata Nofrijal.