Andropause Adalah Kondisi saat Pria Mengalami Menopause

Andropause Adalah Kondisi saat Pria Mengalami Menopause

Andropause Adalah Kondisi saat Pria Mengalami Menopause

Andropause Adalah Kondisi saat Pria Mengalami Menopause

Cerdaspoker Dominobet  –  Bicara soal menopause, istilah ini memang identik dengan kaum hawa. Pada wanita, menopause ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi yang menciptakan wanita kesudahannya tidak dapat bereproduksi saat menjangkau usia tertentu. Umumnya, perempuan akan merasakan masa menopause ketika usianya 45 sampai 50 tahun.

Sedang pria, tak jarang lelaki yang masih dapat mempunyai anak walau telah masuk umur lansia. Itu sebabnya, semua pria dirasakan tidak akan merasakan menopause layaknya wanita. Padahal, lelaki juga dapat mengalami waktu menopause, melulu saja situasinya bertolak belakang dari menopause yang dirasakan wanita.

Mengenal menopause pada pria

Istilah menopause pada pria seringkali digunakan untuk mencerminkan penurunan kadar hormon testosteron yang sehubungan dengan penuaan. Tingkat testosteron secara bertahap bakal menurun seiring pertambahan umur pria. Menurun selama 1 persen satu tahun saat lelaki masuk umur 30, mengutip Mayo Clinic.

Namun, meski kadar hormon testosteron menurun, kondisi tersebut tidak menciptakan produksi sperma lelaki berhenti, sehingga lelaki masih dapat bereproduksi. Berbeda dengan wanita, buatan sel telur bakal terhenti ketika masa menopause tiba.

Untuk mencerminkan penurunan tingkat testosteron yang signifikan, tidak sedikit dokter yang memakai istilah andropause ketimbang menopause. Walau andropause baru bisa ditentukan lewat tes darah, tetapi terdapat sejumlah gejala penurunan hormon testosteron pada pria.

Berikut fenomena andropause pada pria:- Berkurangnya hasrat seksual.
– Disfungsi ereksi.
– Infertilitas atau tidak cukup subur.
– Dalam sejumlah kasus kuran penis mengecil.
– Keringat malam.
– Gangguan tidur laksana insomnia.
– Payudara membengkak dan empuk (ginekomastia).
– Kerontokan rambut yang parah.
– Mudah lelah.
– Penurunan semangat atau keyakinan diri.

Melakukan gaya hidup sehat laksana mengonsumsi makanan kaya protein, konsumsi buah dan sayur, meminimalisir stres, mendapatkan lumayan tidur, bisa menjadi teknik alami untuk membalikkan kembali buatan hormon testosteron.
Namun, andai pria merasa hasrat seksualnya berkurang atau merasa menjadi tidak cukup subur, konsultasi dengan dokter dapat dilaksanakan untuk menemukan penanganan tepat, laksana terapi, vitamin, obat-obatan, maupun suntikan hormon.